Sambutan Wisuda Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama-Republik Indonesia Prof. Dr. Phil. Kamarudin Amin, MA

15304130_1025757660904257_6053882054979442743_oAssalamu’alaikum Wr. Wb.

Yang saya hormati ketua Yayasan Hikmat Al-Mustafa, yang saya hormati ketua STFI Sadra, yang saya hormati Prof. Firmanzah dan bapak Wakil Kopertais Wilayah satu, dan Civitas Akademika yang saya hormati. Saya berbahagia dan berbangga bisa hadir ditempat ini untuk pertamakalinya. Alhamdulillah kita bisa bersilaturahim dalam konteks akademik yang sangat luar biasa ini. seperti yang kita ketahui bersama bahwa tidak ada bangsa besar tanpa Perguruan Tinggi besar yang ada dibelakangnya, Eropa bisa seperti sekarang karena diback up oleh Perguruan Tinggi. Dan Perguruan Tinggi yang hebat adalah sejauh mana pt tersebut bisa terkoneksi dan berkontribusi terhadap masayrakat, baik bagi kebutuhan pasar maupun kebutuhan industri. Dan sejauh mana Perguruan Tinggi bisa merespon terhadap the real social need. Oleh sebab itu Perguruan Tinggi Tentu tidak hanya sekedar melakukan kajian akadmik yang terisolasi dari kehidupan disekelilingnya. Tetapi tentu Perguruan Tinggi harus menjadi bagian dan harus menjadi kontributor utama dalam sejumlah persoalan bangsa. Sekali lagi ini adalah salah satu indikator yang harus menjadi konsern kita bersama agar bagaimana Perguruan Tinggi kita dan kajian kita tekuni bisa merespon kebutuhan bangsa secara fundamental.PTAI yang jumlahnya sudah 757 lebih yang terdiri dari 57 PTAIN dan 700 PTAI Swasta. Jumlah ini cukup besar yang mengemban 3 tugas fundamental yakni pertama mencetak sarjana yang bermutu dan kreatif yang berguna bagi masyarakat, yang kedua merawat dan menjaga Islam Indonesia yang moderat dan yang ketiga. Karena Indonesia adalah negara yang kaya akan diversity dari sisi budaya dan agama. Ada enam agama resmi namun ada banyak agama lokal di Indonesia. Oleh karena itu kita adalah bagian yang bertanggung jawab terhadap manajemen kemajemukan ini. PTAI harus memainkan peran fundamentalnya dalam hal ini untuk menjagi moderasi indonesia yang hidup dalam diveristy yang begitu kuat ini. tanpa bermaksud dan tanpa perlu mengklaim bahwa indonesia yang hari ini moderat, indonesia yang hari ini yang damai dan toleran tidak bisa dilepaskan dari kontribusi dari pendidikan Islam dari Madrasah, Pesantren dan Perguruan Tinggi. Kita tidak bisa membayangkan sekirannya pendidikan tinggi Islamnya mengajarkan Islam yang keras atau tidak mereprentasikan budaya indonesia yang rill, kita tidak bisa membayangkan hal tersebut. Oleh karena itu kita sangat bersyukur semua lembaga pendidikan kita mempromosikan islam yang damai dan apresiatif terhadap kemajemukan. Dan hal ini harus kita pertahankan dan menjadi tugas fundamental PTAI. Tugas PTAI yang ketiga yang luar biasa beratnya adalah bagaimana mengobjektifikasi dan mentransformasi kajian keagaamaan kita menjadi prilaku keberagamaan. Karena prilku keberagamaan merupakan refleksi dari pemahaman keagamaan seseorang. Oleh karena itu kita tidak boleh hanya sekedar menyalahkan orientasi atau tindakan keberagamaan seesorang karena itu adalaah refleksi pemahaman keberagamaan, jadi tugas kita bukan mencela prilaku namun mencerahkan pemahaman dengan bimbingan dan pendidikan. PTAI harus menjadi instrumen yang solutif dalam permasalahan ini. dan STFI Sadra merupakan unsur yang diharapkan oleh negara untuk menjadi bagian yang berkontribusi secara fundamental juga dalam proses berbangsa dan bernegara dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Saya sering menyampaikan cita-cita besar indonesia yang seharusnya bukan hanya menjadi negara berpenduduk Muslim terbesar dan memiliki pendidikan Islam terbesar pula, seharusnya indonesia bukan hanya menjadi destinasi pendidikan Islam global namun juga menjadi pusat peradaban Islam terbesar secara global. Inilah cita-cita Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Islam. Kita harus dapat membuat orang Timur Tengah, barat dan Eropa belajar ilmu-ilmu keislaman di Indonesia. oleh karena itu kita sedang membuat diversifikasi pendidikan Islam yang salah satunya STFI Sadra yang memiliki distingsi dan ekselensi dalam Studi Filsafat Islam yang kita harapkan bisa menjadi rujukan Studi Filsafat Islam di dunia. Kami juga sedang mendirikan Ma’had Aly atau pendidikan tinggi dipondok pesantren yang memiliki distingsi dan spesifikasi dalam kajian tafsir yang bukan hanya menghafal dan menguasai metode tafsir tapi juga menguasai hafalan al Quran. Saya merasa tidak sedang bermimipi kalau saya berharap dan bercita-cita bahwa Indonesia kedepan menjadi pusat studi keislaman bagi dunia. Kami juga memberi kesempatan pada anak-anak bangsa ini untuk belajar dimana saja diseluruh dunia dan kami menyiapkan beasiswa dan sudah ada ratusan anak-anak dibawah bimbingan Kementrian Agama yang belajar di luar negeri. Kalau nanti lima tahun kedepan kita mencetak 5000 doktor yang berasal dari tempat yang bervariasi maka semakin kayalah kajian akademik kita. Oleh sebab itu STFI Sadra juga harus menjadi lembaga yang terbuka dalam hal sumber-sumber kajian akadmik. Saya percaya bahwa STFI Sadra bisa berkontribusi secara fundamental terhadap proses berbangsa dan bernegara agar indonesia tetap jaya dan menjadi The Center for Islamic Civilization.

Wassalamualaikum Wr.Wb

PROGRAM STUDI

PRODI FILSAFAT

menghasilkan sarjana filosof muda yang memiliki pemahaman luas dan keahlian di bidang filsafat Islam, serta mampu memberikan kontribusi terhadap berbagai persoalan pemikiran Filsafat dan Islam pada masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional

ALQURAN DAN TAFSIR

menghasilkan para sarjana yang memiliki keahlian dalam bidang Ilmu Al-Quran dan Tafsir, mampu melakukan penelitian fenomena sosial dan keagamaan dan mencari alternatif pemecahanan masalahnya berbasiskan pada Ilmu Al- Quran dan Tafsir.

Jalan. Lebak bulus II no.2 Cilandak Barat, Jakarta Selatan 12430. Call: 021-29446460 Fax: 021-29235438 info@sadra.ac.id

About us

Sekolah Tinggi Filsafat Islam di Indonesia yang fokus pada pengkajian filsafat Islam & Ilmu Alqur’an – Tafsir. Sistem pembelajaran di dasarkan pada perpaduan antara nilai-nilai tekstual (alqur’an & Assunah) dengan pendekatan rasional yang bersumber dari khazanah ilmiah Islam klasik & kontemporer.

STAI SADRA
TUTUP