SEMINAR FILSAFAT ISLAM DAN TASAWUF ICAS-UP “AL-ISYARAT WA AL -TAMBIHAT, IBNU SINA”

921372_10200728338871800_1232291521_o (1)Jakarta ICAS-UP 25/10/2013. Seminar Filasafat Islam yang di adakan oleh ICAS-UP Jakarta bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Filsafat Islam (STFI) Sadra kali ini membahas magnum opus Ibnu Sina yang berjudul Al Isyarat Wa At Tambihat (Pernyataan dan Pembuktian) yang menjadi buku filsafat paling terkemuka dan hingga saat ini menjadi refrensi utama dalam penelitian-penelitian filsafat. Bertindak sebagai pembicara utama kali ini adalah praktisi filsafat yang juga pengajar di ICAS-UP Jakarta dan  beberapa perguruan tinggi di jakarta yakni DR. Muhsin Labib. Sesi pertama seminar di buka langsung oleh Deputy Direktur Bidang Pendidikan ICAS-UP Jakarta Dr. Kholid Al Walid yang bertindak sebagai moderator.

Abu Ali Husein bin Abdillah bin Hasan bin Ali bin Sina, yang dikenal dengan sebutan Ibnu Sina atau Aviciena lahir pada tahun 370 hijriyah di sebuah desa bernama Khormeisan dekat Bukhara. Sejak masa kanak-kanak, Ibnu Sina yang berasal dari keluarga bermadzhab Syiah Ismailiyah sudah akrab dengan pembahasan ilmiah terutama yang disampaikan oleh ayahnya. Ibnu Sina sangat cermat dalam mempelajari pandangan-pandangan Aristoteles di bidang filsafat.

Ketika menceritakan pengalamannya mempelajari pemikiran Aristoteles, Ibnu Sina mengaku bahwa beliau membaca kitab Metafisika karya Aristoteles sebanyak 40 kali. Beliau menguasai maksud dari kitab itu secara sempurna setelah membaca syarah atau penjelasan ‘metafisika Aristoteles’ yang ditulis oleh Farabi, filosof muslim sebelumnya. Ibnu Sina sangat mengutamakan logika, justru fikiran adalah satu jalan pengetahuan yang diberikan dengan satu aturan tertentu kepada suatu yang tidak diketahui. Fikiran-fikiran rasional yang bersumber dari tradisi Aristotelianisme inilah yang mengilhami kitab Isyarat Wa At-tambihat Syekh Ar Rais Ibnu Sina. Kitab ini terdiri dari 4 pembahasan utama yaitu mengenai logika (Mantiq), Jiwa (an nafs), Wujud dan sebabnya (al Wujud wal Ilaleih) dan Pembahasan ketuhanan (Al-Ilahiah).

Jalan fikirannya bertolak dari konsepsi makhluk dan mengembangkan dengan argumentasi ontologi. Menurutnya, ada tiga macam kemungkinan rasional terhadap  sesuatu yang ada. Pertama, wajib al wujud, tidak perlu kepada sebab lain untuk kejadiannya selain dirinya sendiri (yakni Tuhan). Kedua,Wajib al Wujud Li ghoirih  berkehendak kepada yang lain , yaitu makhluk yang butuh kepada yang menjadikannya. Ketiga, Mumkin al Wujud , yaitu bisa ada dan bisa tidak ada, dan dia sendiri tidak butuh kepada kejadiannya (benda-benda yang tak berakal seperti pohon-pohon, batu, dan sebagainya).

Secara garis besar Ibnu Sina membagi aspek-aspek jiwa yang menjadi lokus bagi gerak untuk mengetahui yaitu  Indera Komunal (Hiss al Mustarak) , yang menerima segala apa yang ditangkap oleh panca indera, Representasi (Intiza’), yang menyimpan segala apa yang diterima oleh indera bersama. Imajinasi (Khiyal), yang dapat menyusun apa yang disimpan dalam representasi. Estimasi (wahm), yang dapat menangkap hal – hal abstraks yang terlepas dari materi umpamanya keharusan lari bagi kambing dari anjing serigala. Rekoleksi (aql) yang menyimpan hal – hal abstrak yang diterima oleh estimasi .  adapun Jiwa manusia dengan daya-daya yang terdiri dari  daya Praktis (nazari), yang hubungannya dengan badan. Daya Teoritis (amali) , yang hubungannya adalah dengan hal-hal abstrak. Daya ini mempunyai tingkatan:  Akal materil (aql hayulani), yang semata – mata mempunyai potensi untuk berfikir dan belum dilatih sedikitpun. Akal Aktif  (aql bil malakah), yang telah mulai dilatih untuk berfikir tentang hal–hal abstrak. Akal aktual (akal bil fi’il), yang telah dapat berfikir tentang hal – hal abstrak. Dan terkahir Akal mustafad yaitu akal yang telah sanggup berfikir tentang hal–hal abstrak dengan tak perlu pada daya upaya.

PROGRAM STUDI

PRODI FILSAFAT

menghasilkan sarjana filosof muda yang memiliki pemahaman luas dan keahlian di bidang filsafat Islam, serta mampu memberikan kontribusi terhadap berbagai persoalan pemikiran Filsafat dan Islam pada masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional

ALQURAN DAN TAFSIR

menghasilkan para sarjana yang memiliki keahlian dalam bidang Ilmu Al-Quran dan Tafsir, mampu melakukan penelitian fenomena sosial dan keagamaan dan mencari alternatif pemecahanan masalahnya berbasiskan pada Ilmu Al- Quran dan Tafsir.

Jalan. Lebak bulus II no.2 Cilandak Barat, Jakarta Selatan 12430. Call: 021-29446460 Fax: 021-29235438 info@sadra.ac.id

About us

Sekolah Tinggi Filsafat Islam di Indonesia yang fokus pada pengkajian filsafat Islam & Ilmu Alqur’an – Tafsir. Sistem pembelajaran di dasarkan pada perpaduan antara nilai-nilai tekstual (alqur’an & Assunah) dengan pendekatan rasional yang bersumber dari khazanah ilmiah Islam klasik & kontemporer.

STAI SADRA
TUTUP