Ketua Hauzah Al Mustafa: Puasa Sarana Introspeksi dan Evaluasi Diri dalam Menguatkan Keimanan

Sadranews-Ketua Hauzah Al Mustafa Jakarta, Abdullah Beik, MA terkait ayat, “Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian, tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudarat kepada kalian apabila kalian telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kalian semua akan kembali, maka Dia akan menerangkan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan.” (QS. Al Maidah:105) menerangkan bahwa ayat-ayat yang dimulai dengan seruan “Wahai orang-orang yang beriman” itu memiliki makna tuntutan selain makna kemuliaan dan kesayangan. Ayat yang dimulai dengan seruan tersebut memiliki konsekuensi atau tuntutan yang seharusnya bisa dilaksanakan oleh orang-orang yang benar-benar beriman. Ayat yang berkaitan dengan amar makruf dan nahi mungkar ini bisa difahami dengan beberapa pemahaman. Pemahaman pertama dari ayat tesebut adalah jika orang tidak bisa melaksanakan amar makruf dan nahi mungkar maka ia tetap berkewajiban untuk melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran meskipun tidak diikuti orang lain. Orang beriman yang telah mendapatkan petunjuk dari Allah maka keimanan dan langkahnya tidak akan terganggu atau dipengaruhi oleh orang-orang yang tersesat (orang-orang yang meninggalkan kebaikan dan melakukan kemungkaran).

Lebih lanjut, ia menjelaskan tentang pemahaman kedua, bahwa terkait amar makruf dan nahi mungkar kita tidak boleh bergantung kepada orang lain dan lingkungan sekitar kita. Meskipun orang-orang menolak ajakan kita untuk melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran. Sebab setiap orang mempunyai tanggung jawab yang kelak akan dimintai pertanggung jawabannya oleh Allah. Intinya kita harus memikirkan diri dan fokus pada keimanan dan tugas kita serta harus mengabaikan pengaruh-pengaruh buruk dari orang-orang yang tersesat. Karena itu, sikap komitmen dan keimanan kita terhadap kebenaran tidak berarti anti toleransi terhadap hal-hal atau orang-orang yang berbeda dengan keimanan kita. Pemahaman ketiga adalah setiap orang seharusnya sibuk dengan tugas dan pekerjaan masing-masing serta melakukan introspeksi diri dengan mengevaluasi apa yang sudah dikerjakan. Kita tidak boleh sibuk dengan urusan orang lain dan sayangnya masih banyak di antara kita yang masih sibuk dan melihat kekurangan-kekurangan orang lain sehingga melupakan kekurangan diri sendiri.

“Ayat tersebut mengingatkan bahwa kekurangan-kekurangan orang lain itu tidak akan merugikan atau membahayakan kita karena yang membahayakan atau merugikan diri kita adalah kekurangan-kekurangan diri kita sendiri. Dengan demikian, kita harus melakukan introspeksi dan evaluasi diri setiap hari sebelum tidur agar terhindar dari bahaya menyibukkan diri dengan urusan orang lain,” tegasnya dalam mengisi kajian Ramadhan di hadapan para mahasiswa, dosen dan karyawan Yayasan Hikmat Al Mustafa di Masjid Al Mustafa, Selasa (19/3/2024) siang.

 

PROGRAM STUDI

PRODI FILSAFAT

menghasilkan sarjana filosof muda yang memiliki pemahaman luas dan keahlian di bidang filsafat Islam, serta mampu memberikan kontribusi terhadap berbagai persoalan pemikiran Filsafat dan Islam pada masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional

ALQURAN DAN TAFSIR

menghasilkan para sarjana yang memiliki keahlian dalam bidang Ilmu Al-Quran dan Tafsir, mampu melakukan penelitian fenomena sosial dan keagamaan dan mencari alternatif pemecahanan masalahnya berbasiskan pada Ilmu Al- Quran dan Tafsir.

Jalan. Lebak bulus II no.2 Cilandak Barat, Jakarta Selatan 12430. Call: 021-29446460 Fax: 021-29235438 info@sadra.ac.id

About us

Sekolah Tinggi Filsafat Islam di Indonesia yang fokus pada pengkajian filsafat Islam & Ilmu Alqur’an – Tafsir. Sistem pembelajaran di dasarkan pada perpaduan antara nilai-nilai tekstual (alqur’an & Assunah) dengan pendekatan rasional yang bersumber dari khazanah ilmiah Islam klasik & kontemporer.

diggi.id
STAI SADRA
diggi.id
TUTUP