Prof. Sururin: Paradigma Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Tinggi Islam

Sadranews- Dalam acara Workshop Kurikulum dan Bimbingan Teknis dengan tema “Paradigma Kurikulum MBKM dan Rekonstruksi Keunggulan STAI Sadra” Prof. Dr. Sururin sebagai pemateri menyampaikan bahwa saat ini ada 4.426 perguruan tinggi, ada 32.275 program studi, 336.434 dosen dan 9.561.030 mahasiswa menandakan bahwa semangat untuk mendirikan perguruan tinggi itu tinggi sekali. Di kopertasi ada enam puluh sembilan institusi. Di STAI banyak dosennya yang sudah menjadi Doktor.

Ia menjelaskan bahwa selama ini mahasiswa hanya diberikan materi dan pelatihan di ruang-ruang kelas saja, tidak kemana-mana dan dalam Prodi yang sama. Hal ini, ibarat mereka berenang dalam kolam renang dengan satu gaya saja. Sedangkan ketika mereka lulus, mereka harus mengahadapi berbagai persoalan. Sebaliknya, mahasiswa MBKM diibaratkan seperti berenang dalam kolam renang dengan gaya beragam. Artinya para mahasiswa membutuhkan banyak skil, bagaimana bersikap dan pengalaman-pengalaman. Karena hal ini lah mengapa MBKM ini diadakan. Mahasiswa berhak mendapatkan pelayanan MBKM dan institusi ditugaskan untuk menyiapkan perangkat-perangkatnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun mahasiswa menimba banyak ilmu di perguruan tinggi namun belum tentu sesuai dengan kebutuhan industri. Hanya sekitar 20% rata-rata saja yang sesuai kebutuhan industri. Tujuan dari kebijakan MBKM adalah sebagai berikut;

  • Mendorong proses pembelajaran di Perguruan Tinggi yang semakin otonom dan fleksibel.
  • Menciptakan kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
  • Meningkatkan kualitas lulusan agar memiliki kapabilitas yang dibutuhkan di era kehidupan abad ke-21 dan era industri 4.0.
  • Meningkatkan kapabilitas belajar mahasiswa dengan menggunakan pendekatan belajar berbasis kehidupan, kapabilitas dan transdisipliner.
  • Memfasilitasi hak belajar mahasiswa sesuai dengan minat dan potensi yang dimilikinya agar menjadi lulusan yang kompetitif dan berkepribadian.
  • Memberikan wawasan dan pengalaman bagi mahasiswa agar menjadi lulusan yang sesuai dengan profil lulusan.

“Paradigma Kurikulum Merdeka Belajar dan evaluasi kurikulum dapat dilakukan dengan tracer study. Contoh kegiatan yang dapat diambil di luar Prodi; magang/praktik kerja, proyek desa, mengajar di sekolah, pertukaran pelajar, wirausaha, penelitian, dan studi/proyek independen. Implementasi Kurikulum MBKM dimulai tahap perancangan kurikulum, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Intinya MBKM institusi memberikan layanan untuk mahasiswa belajar di luar program studi, apakah diambil atau tidak oleh mahasiswa itu adalah hak mahasiswa,” papar Prof. Sururin di hadapan para dosen STAI Sadra, Kamis (22/2/2024) siang.

Sebagaimana diketahui acara Workshop Kurikulum dan Bimbingan Teknis STAI Sadra yang berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 22 sampai 24 Februari 2024 ini dibuka pukul 14.00 WIB dan berlokasi di Gedung BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Bojongsari Depok.

PROGRAM STUDI

PRODI FILSAFAT

menghasilkan sarjana filosof muda yang memiliki pemahaman luas dan keahlian di bidang filsafat Islam, serta mampu memberikan kontribusi terhadap berbagai persoalan pemikiran Filsafat dan Islam pada masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional

ALQURAN DAN TAFSIR

menghasilkan para sarjana yang memiliki keahlian dalam bidang Ilmu Al-Quran dan Tafsir, mampu melakukan penelitian fenomena sosial dan keagamaan dan mencari alternatif pemecahanan masalahnya berbasiskan pada Ilmu Al- Quran dan Tafsir.

Jalan. Lebak bulus II no.2 Cilandak Barat, Jakarta Selatan 12430. Call: 021-29446460 Fax: 021-29235438 info@sadra.ac.id

About us

Sekolah Tinggi Filsafat Islam di Indonesia yang fokus pada pengkajian filsafat Islam & Ilmu Alqur’an – Tafsir. Sistem pembelajaran di dasarkan pada perpaduan antara nilai-nilai tekstual (alqur’an & Assunah) dengan pendekatan rasional yang bersumber dari khazanah ilmiah Islam klasik & kontemporer.

diggi.id
STAI SADRA
diggi.id
TUTUP