Sambutan Prof. Dr. Nassaruddin Umar Rektor PTIQ JAkarta & Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta

img_0437

Bismillâhirrahmânirrahîm

Assalâmu‘alaykum wr. wb.

Alhamdulillâhil-ladzî ja‘alal-‘ilma thahâratan lin-nufûs, wa nûran lil-bashâir, wa hâdiyan ilal-jannah. Asyahadu anlâ ilâha illallâh, wa asyhadu anna muhammadan rasûlullâh. ….???

Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidinâ, wa habîbinâ, wa syafî‘inâ, wa mawlânâ, wa atba‘i mâ qurrata a‘yûninâ muhammadin saw.

Yang sama-sama kita hormati, para pimpinan, senat, direktur dan tetua; para guru besar, dosen, serta para orangtua wisudawan/wisudawati; dan yang saya cintai seluruh para wisudawan/wisudawati yang sebagaimana telah dikatakan tadi bahwa hari ini berhasil melukis awan dan meraih bintang.

Subhanallâh, mungkin saya adalah salah satu di antara orang yang paling berbahagia dengan keberhasilan para wisudawan/wisudawati, dengan keberhasilan kalian di tempat ini, karena saya turut merasakan bagaimana pahit getirnya kalian diurus oleh para pimpinan, di mana detik-detik  menjelang berakhir namun izinnya (operasi kampus) belum keluar. Sebetulnya, jika diperlambat sedikit saja izinnya dapat membuat pimpinan  dipidana. YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) memang sedang mencari orang-orang yang membuka perguruan tinggi yang belum clear izinnya. Alhamdulillah, berkat jerih payah para pimpinan kalian, betapapun banyaknya rintangan dan halangan, tapi akhirnya kita bisa keluar (dari terhambatnya masalah perizinan). Hal ini merupakan hal yang sangat membahagiakan saya, selaku pribadi , karena saya bisa bayangkan [bagaimana][ jika anak-anak yang tidak tahu apa-apa tiba-tiba nanti harus berhadapan dengan masalah. Dan itu adalah panggilan rasa kemanusiaan. Waktu itu, saya [yang] mendampingi teman-teman. Bagi saya, siapapun orangnya, asal itu manusia, apalagi jika umat Islam, yang membutuhkan bantuan, diminta atau tidak diminta, maka naluri kemanusiaan, apalagi naluri keislaman, kita mewajibkan kita untuk membantu sesama.

Khusus untuk para wisudawan/wisudawati, kalian hari ini betul-betul mencapai prestasi. Tidak banyak orang yang mencapainya. Dan saya ingin mengingatkan bagaimana Jibril berpesan kepada Muhammad saw. Seingat saja dalam hadis, Jibril meminta Nabi saw., dalam wahyu yang pertama itu, melalui perkataan “iqra’!” (bacalah). Permintaan itu dijawab Rasulullah saw. Dengan berkata, mâ anâ bi qâri’ (Aku tidak bisa membaca). Lalu keduakalinya Jibril berkata, “Iqra’!” Dijawab lagi, mâ anâ bi qâri’. Kemudian dikatakan, “Iqra’ bismirabbikalladzî khalaq!” (Bacalah dengan Nama Tuhanmu yang menciptakan)…lalu tuntutan “iqra’”  muncul keempatkalinya dalam kalimat, “iqra’ wa rabbukal-‘akram!” (Bacalah demi Tuhanmu yang Mahamulia).

Saya meminta wisudawan/wisudawati untuk tidak berhenti bukan hanya pada “iqra’” pertama, “how to read” (bagaimana kita membaca), tapi juga berlanjut pada “iqra’” kedua, “how to learn” (bagaimana kita mempelajari), “how to think” (bagaimana kita berfikir), lalu “iqra’” yang ketiga, “how to understand” (bagaimana kita memahami), “how to meditate” (bagaimana kita dapat merenungkan dengan penuh penghayatan), lalu “iqra’” yang keempat, “how to disclose” (bagaimana kita dapat menyingkap), mukâsyafah (penyingkapan spiritual).

Di atas langit masih ada langit. Di dalam kulit masih ada kulit. Kalian baru berhasil membuka kulit luar sebuah bawang merah. Masih banyak lapisan kulit yang harus dibuka. Dan di dalam kulit masih ada kulit lainnya. Teruslah “iqra’” dan “iqra’”, sampai ke puncak “iqra’ warabbukal-‘akram, yang maknanya kalian lebih mengetahui.

Insya allah doa semuanya, orang tua kalian, pimpinan dan kita semua, menggerakkan kalian sehingga menjadi generasi-generasi masa depan cemerlang Bangsa Indonesia. Selamat berpreatsai dan terimakasih atas penghargaan yang tadi telah diberikan. Dan semoga ke depan STFI Sadra samakin jaya.

Wassalâmu‘alaykum wr. wb.

PROGRAM STUDI

PRODI FILSAFAT

menghasilkan sarjana filosof muda yang memiliki pemahaman luas dan keahlian di bidang filsafat Islam, serta mampu memberikan kontribusi terhadap berbagai persoalan pemikiran Filsafat dan Islam pada masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional

ALQURAN DAN TAFSIR

menghasilkan para sarjana yang memiliki keahlian dalam bidang Ilmu Al-Quran dan Tafsir, mampu melakukan penelitian fenomena sosial dan keagamaan dan mencari alternatif pemecahanan masalahnya berbasiskan pada Ilmu Al- Quran dan Tafsir.

Jalan. Lebak bulus II no.2 Cilandak Barat, Jakarta Selatan 12430. Call: 021-29446460 Fax: 021-29235438 info@sadra.ac.id

About us

Sekolah Tinggi Filsafat Islam di Indonesia yang fokus pada pengkajian filsafat Islam & Ilmu Alqur’an – Tafsir. Sistem pembelajaran di dasarkan pada perpaduan antara nilai-nilai tekstual (alqur’an & Assunah) dengan pendekatan rasional yang bersumber dari khazanah ilmiah Islam klasik & kontemporer.

STAI SADRA
TUTUP