SERI SEMINAR NASIONAL “Perjalanan Ruhaniah dalam Al Quran”

IMG_0418Pada hari Jum’at, 07 Nopember 2014, Seri Seminar Nasional bertajuk Al Quran dan Berbagai Dimensi Kehidupan Manusia dilangsungkan di Sekolah Tinggi Filsafat Islam (STFI) Sadra, Jl. Lebak Bulus II No. 2 Cilandak Barat, Jaksel. Seminar ini berlangsung pukul 13.30-16.00 WIB dan membahas tema Perjalan Ruhaniah dalam Al Quran yang menghadirkan Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA (Guru Besar Ilmu Tafsir & Rektor PTIQ Jakarta) sebagai pembicara. Sementara yang hadir dalam seminar ini diperkirakan sekitar 200 orang yang terdiri dari Mahasiswa/i STFI Sadra, ICAS Jakarta dan juga beberapa undangan dari luar kampus.

Kegiatan yang rutin diadakan tiap Jumat seminggu sekali ini berkonsentrasi dalam studi Al Quran dalam Berbagai Dimensi Kehidupan Manusia.

Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA mengawali seminar ini dengan kisah nabi Muahmmad SAW yang ketika beliau masih kecil sudah memperoleh pelatihan spiritual (Spritual Training) kemudian setelah 6 tahun keluar-masuk Gua Hiro wahyu pertama turun untuk beliau. Wahyu itu adalah sebuah perintah: (إقرأ) bacalah

Menurut Rektor PTIQ Jakarta ini bahwa: Rosul bukan tidak bisa membaca tetapi Rosul tidak sanggup membaca karena pada zaman itu di negeri Arab tidak ada Kitab suci semacam Al Quran, yang ada hanya syair-syair arab yang mana Rosul memahaminya dengan baik.

Kemudian beliau membagi derajat kalimat (يقرأ):

  1. How to read; Hanya sebatas bagaimana membaca Al Quran
  2. How to learn, How to think; Membaca Al Quran sambil merenungkan artinya
  3. How to understanding; Membaca Al Quran dan memahami apa yang dibaca
  4. How to action; Mengamalkan Al Quran dalam kehidupan sehari-hari

Dengan demikian keterlibatan emosi jika mengikuti bacaan Quran, maka ruh spiritual kita akan tumbuh dengan sendiri, oleh karena itu sebelum membaca Al Quran perlu adanya Tazkiyatun Nafs (pembersihan jiwa)

“Gunakan metode dan derajat 3 & 4 untuk menyingkap dan membuka realitas Al Quran”. tutur  beliau

Beliau melanjutkan, (إقرأ بسم ربک الذی خلق)  merupakan dua konsep yang terdiri dari (إقرأ) dan (بسم ربک)  dimana filosof barat IMG_0425hanya menggunakan konsep (إقرأ) saja, sementara dalam islam  meyatukan konsep tersebut sehingga agama islam menjadi agama yang paling sempurna diantara agama yang lain.

Dalam sesi Tanya-jawab, mahasiswa tampak sangat antusias menanyakan pertanyaannya sehingga 3 orang dari mereka mendapat hadiyah dari dari tangan Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA.

PROGRAM STUDI

PRODI FILSAFAT

menghasilkan sarjana filosof muda yang memiliki pemahaman luas dan keahlian di bidang filsafat Islam, serta mampu memberikan kontribusi terhadap berbagai persoalan pemikiran Filsafat dan Islam pada masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional

ALQURAN DAN TAFSIR

menghasilkan para sarjana yang memiliki keahlian dalam bidang Ilmu Al-Quran dan Tafsir, mampu melakukan penelitian fenomena sosial dan keagamaan dan mencari alternatif pemecahanan masalahnya berbasiskan pada Ilmu Al- Quran dan Tafsir.

Jalan. Lebak bulus II no.2 Cilandak Barat, Jakarta Selatan 12430. Call: 021-29446460 Fax: 021-29235438 info@sadra.ac.id

About us

Sekolah Tinggi Filsafat Islam di Indonesia yang fokus pada pengkajian filsafat Islam & Ilmu Alqur’an – Tafsir. Sistem pembelajaran di dasarkan pada perpaduan antara nilai-nilai tekstual (alqur’an & Assunah) dengan pendekatan rasional yang bersumber dari khazanah ilmiah Islam klasik & kontemporer.

diggi.id
STAI SADRA
diggi.id
TUTUP