Tingkatkan Tali Silaturahmi: STAI Sadra Gelar Bukber

Sadranews-Di pertengahan bulan suci Ramadhan, Acara Buka Puasa Bersama untuk para karyawan Yayasan Hikmat Al Mustafa digelar di Auditorium STAI Sadra, Selasa (26/3/2024).

Acara ini diawali dengan lantunan kalam ilahi dan dilanjutkan dengan pembacaan nasyid yang menjadikan keberkahan pada acara sehingga suasana acara berjalan dengan khidmat.

Kemudian acara pertanyaan kuis seputar bulan Ramadhan dan puasa untuk anak-anak menambah semarak suasana acara. Tak kalah seru, acara pengundian doorprize berjalan dengan semarak dan penuh keceriaan. Nama-nama karyawan yang terpilih untuk mendapatkan doorprize dipanggil satu persatu maju ke depan untuk mengambil hadiah. Para karyawan menerima hadiah yang langsung diberikan oleh Ketua Yayasan Hikmat Al Mustafa dan para pimpinan dengan wajah berseri-seri.

Sementara dalam tausiahnya, Ketua Yayasan Hikmat Al Mustafa, Prof. Dr. Hossein Mottaghi menyampaikan tentang pentingnya berdoa dan munajat kepada Allah yang akan menjadikan seseorang dekat dengan Allah dan memiliki kedudukan tinggi di sisiNya. Orang yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah, tidak akan pernah khawatir kepada siapa pun dan tidak akan pernah takut kepada selain Allah. Ada dua sarat untuk dekat dengan Allah dan mempunyai kedudukan tinggi di sisiNya. Pertama, memahami tugas dan kewajiban serta mempunyai niat yang tulus dalam melaksanankannya. Kedua, tidak boleh ada perasangka buruk kepada Allah. Dalam kamus orang-orang ahli makrifat ada dua macam suudzon (berburuk sangka) yaitu suudzon negatif dan suudzon positif. Sedangkan suudzon negatif ada dua macam yaitu suudzon kepada Allah dan suudzon kepada sesama manusia. Suudzon kepada Allah termasuk dosa besar seperti seseorang yang berprasangka bahwa doanya tidak dikabulkan oleh Allah, padahal Allah yang Maha Penyayang dan Maha mengkabulkan doa, telah memberikan banyak karunia kebaikan dan kesehatan kepada manusia.

Beliau melanjutkan, orang yang berprasangka buruk kepada Allah akan membuatNya murka dan akan dijauhkan dari rahmatNya. Berprasangka buruk kepada sesama manusia atau sesama mukmin merupakan pintu masuk menuju suudzon kepada Allah. Sementara suudzon positif adalah manusia berprasangka buruk kepada dirinya. Artinya manusia harus selalu merasa belum melakukan tugas dan kewajibannya dengan baik. Dalam ibadah kepada Allah dia harus merasa selalu kurang dan sedikit supaya timbul usaha untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan ibadahnya. Sebaliknya, orang yang merasa sudah baik dan sempurna dalam melaksanakan tugas dan ibadahnya, prasangka baik kepada dirinya itu akan mencelakakannya. Harus berprasangka buruk kepada diri sendiri yang merupakan suudzon positif ini akan menjauhkan manusia dari sifat ujub (membanggakan diri).

Beliau menambahkan, dalam kisah nyata pada zaman dahulu ada seorang sultan bernama Mahmud Ghazni mengangkat seorang pengembala domba sebagai penasehatnya dan tinggal di istananya karena kejujuran dan religiusitas pengembala domba tersebut. Dari waktu ke waktu pengembala domba yang sebagai penasehat sultan itu semakin dekat hubungannya dengan sultan. Hal ini membuat para penasehat lainnya merasa iri dan menuduh pengembala tersebut sebagai pencuri yang menimbun harta istana di ruangannya lantaran setiap kali pengembala itu sebelum melakukan tugas dan menghadap sultan, ia masuk ke ruangannya terlebih dulu selama kurang lebih satu jam. Hal ini menimbulkan kecurigaan di antara para penasehat bahwa pengembala tersebut menimbun emas dan harta milik istana di dalamnya. Suatu Ketika Sultan Mahmud mengajak para penasehatnya untuk masuk ke ruangan pengembala tersebut tatkala ia ada di dalamnya. Ketika pintu dibuka mereka melihat bahwa ternyata pengembala yang menjadi penasehat terdekat Sultan Mahmud itu tengah mengenakan pakaian dan peralatan seorang pengembala domba. Lalu pengembala domba tersebut mengatakan bahwa yang ia lakukan ini untuk selalu mengingatkan dirinya agar tidak terbuai dengan jabatan tinggi di sisi sultan dan menyelematkan dirinya dari sifat ujub dan takabur.

Suudzon kepada diri sendiri sangat penting agar kita tidak terlena dengan amal baik dan ibadah yang sudah kita lakukan dan semoga hikmah dari kisah nyata di atas dapat dipetik dan diamalkan,” pesan Prof. Mottaghi di hadapan para karyawan beserta keluarga mereka.

 

PROGRAM STUDI

PRODI FILSAFAT

menghasilkan sarjana filosof muda yang memiliki pemahaman luas dan keahlian di bidang filsafat Islam, serta mampu memberikan kontribusi terhadap berbagai persoalan pemikiran Filsafat dan Islam pada masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional

ALQURAN DAN TAFSIR

menghasilkan para sarjana yang memiliki keahlian dalam bidang Ilmu Al-Quran dan Tafsir, mampu melakukan penelitian fenomena sosial dan keagamaan dan mencari alternatif pemecahanan masalahnya berbasiskan pada Ilmu Al- Quran dan Tafsir.

Jalan. Lebak bulus II no.2 Cilandak Barat, Jakarta Selatan 12430. Call: 021-29446460 Fax: 021-29235438 info@sadra.ac.id

About us

Sekolah Tinggi Filsafat Islam di Indonesia yang fokus pada pengkajian filsafat Islam & Ilmu Alqur’an – Tafsir. Sistem pembelajaran di dasarkan pada perpaduan antara nilai-nilai tekstual (alqur’an & Assunah) dengan pendekatan rasional yang bersumber dari khazanah ilmiah Islam klasik & kontemporer.

diggi.id
STAI SADRA
diggi.id
TUTUP