Sambutan Ketua Yayasan Hikmat al-Mustafa Prof. Dr. Seyed Mofid Huseini Kouhsari

img_9996Dengan Nama Allah Yang Mahasayang dan Mahakasih

وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

“Dan bahwa sesungguhnya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (QS al-Najm [53]:39)

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Di hari yang berbahagia ini, saya ingin mengucapkan selamat kepada Anda, keluarga Anda, Civitas Akademika STFI Sadra dan ICAS, dan kepada seluruh rakyat Indonesia atas kelulusan Anda.

Terima kasih kepada para tamu undangan yang telah hadir pada acara wisuda angkatan pertama STFI Sadra dan angkatan kedua ICAS.

Pada kesempatan ini izinkan saya menyampaikan beberapa poin sebagaimana berikut:

  1. Dalam ajaran suci Islam, kelulusan tidak bermakna akhir dan ujung perjalanan mencari ilmu. Sebagaimana Rasulullah Saw besabda, “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahad.” Karena itu, hendaknya kalian menyibukkan diri dengan belajar kapan pun dan di manapun. Saya berharap kelulusan ini (sebagai sebuah tahapan dari kehidupan Anda) menjadi titik mula perubahan besar dan kemajuan dalam kehidupan ilmu, moral dan sosial Anda.
  2. Dunia Islam, kini tengah berada di sebuah persimpangan sejarah yang amat menentukan dimana aliran-aliran pemikiran dan peradaban Timur dan Barat tidak menghasilkan sesuatu kecuali dekadensi sosial, moral dan spiritual. Demikian juga peperangan dan pembunuhan orang-orang yang tidak berdosa, perampasan harta, kezaliman dan kerusakan. Namun, dunia Islam kini tengah bangkit kembali dan kebangkitan ini sifatnya menyeluruh. Melalui momentum kebangkitan ini, kita dapat dan harus membangun peradaban baru Islam dengan bersandar pada ajaran Islam dan al-Quran. Karena itu kita harus menguatkan tekad untuk mewujudkan cita-cita mulia ini.
  3. Islam sebagai agama yang menawarkan kebahagiaan, amat disayangkan berhadapan dengan ragam penafsiran dimana sebagian dari penafsiran itu tidak utuh dan sebagian lagi menyesatkan dan sinkret. Hari ini, dunia kemanusiaan demikian juga dunia Islam membutuhkan pemahaman dan penjelasan Islam yang inklusif dan valid. Islam yang inklusif dan valid adalah Islam yang mengedepankan rasionalitas, Islam logis, Islam yang bersandar pada spiritualitas dan memiliki pijakan moralitas yang kuat, Islam yang menjunjung tinggi keadilan, anti kezaliman dan melawan kerusakan, Islam yang bernafaskan fitrah kemanusiaan dan sosial, Islam yang menawarkan kebahagiaan dunia dan akhirat, Islam yang dibangun dengan sebuah sistem yang integral, Islam yang penuh kedisiplinan, Islam yang berpijak pada cinta dan tidak sinkret; Islam yang jauh dari dekadensi, sikap fanatik dan ekstrem; Islam yang berperadaban dan punya visi membangun peradaban; Islam revolusioner; Islam yang mengusung perlawanan dan mengenal musuh dengan baik; Islam yang anti Zionisme, anti penjajahan; Islam yang berkemajuan dan senantiasa mencari terobosan untuk maju, dinamis dan penuh vitalitas;Islam yang berkepribadian al-Quran dan sunnah sahih Nabi Muhammad Saw dan Ahlulbaitnya, dan Islam yang menggabungkan antara pendekatan epistemologis empirik dan rasional, wahyu dan intuisi; Islam yang menggabungkan antara irfan dan keberanian, antaran Irfan, Quran dan Burhan. Untuk merealisasikan Islam ideal seperti ini maka kita harus berusaha dan bekerja siang dan malam melakukan jihad keilmuan.
  4. Lulusan STFI Sadra dan ICAS yang saya cintai, visi kita ke depannya harus menjadi lembaga yang berkemajuan, unggul di antara lembaga pendidikan Islam, memberikan inspirasi dengan menjadi pusat rujukan keilmuan di kawasan Asia Tenggara melalui ragam prestasi, lulusan terdidik, terbina akhlaknya, ekspert, bertanggung jawab, berpengaruh dalam mengusung wacana-wacana keilmuan dan kebudayaan serta bergerak menuju peradaban baru Islam.

Meski dengan segudang prestasi dalam meniti perjalanan besar dan penuh berkah, kita masih berada di awal-awal perjalanan. Maria kita sama-sama bergandengan tangan seiring sejalan dengan segenap upaya untuk merealisasikan visi besar ini.

  1. Sebaik-baik jalan bagi kita adalah menjaga kemasalahatan Islam, persatuan dan kesatuan Islam, kesatuan dan kemaslahatan NKRI, menaruh perhatian terhadap pelbagai tuntutan dan kebutuhan umat Islam Indonesia, punya perencanaan untuk masa depan, mencanangkan konsep pendidikan yang berbasis penelitian, fokus pada pembinaan moral dan mental, melakukan terobosan dalam dunia pendidikan, peningkatan mutu dan kualitas pendidikan STFI. Kalian harus berupaya untuk menjadi penyeru ilmu dan ketakwaan, pendakwah persatuan dan kesatuan dunia Islam dan Indonesia, menaruh penghormatan yang tinggi terhadap konstitusi, tradisi masyarakat mulia dan besar Indonesia. Kalian harus berupaya menjadi penyeru terhadap kemajuan dan gemar melakukan terobosan dalam bidang pemikiran dan sosial.

 

  1. Muslim Indonesia membutuhkan orang-orang pintar dengan perubahan dan gerakan dalam bidang ilmu, kebudayaan bersandar pada penafsiran inklusif dan memanfaatkan rekayasa kebudayaan menuju gaya hidup Islam Nusantara dan peradaban baru Islam. Berusahalah dengan spirit mencari kebenaran dan memiliki keberanian intelektual, Anda membuat wacana-wacana yang ada di Indonesia ini lebih islami.

Indonesia sebagaimana yang diketahui merupakan negara Muslim terbesar di dunia dapat menjadi pengibar bendera Islam yang inklusif apabila orang-orang pintar ini menunaikan tugasnya dengan baik.

  1. Poin terakhir mengulang kembali beberapa ayat al-Quran

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ ﴿١٣٩﴾

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.”(QS Ali Imran [3]:139 )

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّـهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ ﴿٧﴾

  Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS Muhammad [49]:7)

 

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰوَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ﴿٣٣﴾

“Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.”(QS Taubat [9]:33)

 

وَلِلَّـهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ

Kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin.” (QS al-Munafiqun [63]:8)

 

اللَّـهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۖوَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُ هُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِۗأُولَـٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ ﴿٢٥٧﴾

“Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS Al-Baqarah [2]:257)

PROGRAM STUDI

PRODI FILSAFAT

menghasilkan sarjana filosof muda yang memiliki pemahaman luas dan keahlian di bidang filsafat Islam, serta mampu memberikan kontribusi terhadap berbagai persoalan pemikiran Filsafat dan Islam pada masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional

ALQURAN DAN TAFSIR

menghasilkan para sarjana yang memiliki keahlian dalam bidang Ilmu Al-Quran dan Tafsir, mampu melakukan penelitian fenomena sosial dan keagamaan dan mencari alternatif pemecahanan masalahnya berbasiskan pada Ilmu Al- Quran dan Tafsir.

Jalan. Lebak bulus II no.2 Cilandak Barat, Jakarta Selatan 12430. Call: 021-29446460 Fax: 021-29235438 info@sadra.ac.id

About us

Sekolah Tinggi Filsafat Islam di Indonesia yang fokus pada pengkajian filsafat Islam & Ilmu Alqur’an – Tafsir. Sistem pembelajaran di dasarkan pada perpaduan antara nilai-nilai tekstual (alqur’an & Assunah) dengan pendekatan rasional yang bersumber dari khazanah ilmiah Islam klasik & kontemporer.

STAI SADRA
TUTUP