Sadranews– Menjelang penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Panitia KKN Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sadra melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi pengabdian mahasiswa, Senin (2/2/2026). Kunjungan ini menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi antara panitia dan kelompok KKN di lapangan.
Tiga wilayah yang menjadi tujuan kunjungan meliputi Bedahan, Duren Seribu, dan Ciseeng. Ketiganya merupakan lokasi pelaksanaan KKN mahasiswa STAI Sadra tahun ini. Rombongan panitia yang terlibat dalam agenda tersebut terdiri dari Basrir Hamdani, Ph.D, Dr. Zaenal Abidin, M,Ud, Egi Sukma Baihaki, M.Hum dan Nur Mahdyah Zahra, S.E.
Selain berfungsi sebagai ajang silaturahmi, kunjungan lapangan ini dimanfaatkan untuk memberikan briefing teknis terkait pelaksanaan penutupan KKN. Panitia memastikan seluruh rangkaian kegiatan penutup dapat berjalan tertib, sistematis, dan terkoordinasi dengan baik di setiap lokasi.
Basrir Hamdani dalam arahannya menjelaskan bahwa secara teknis, pola pelaksanaan penutupan KKN akan mengacu pada mekanisme pembukaan. Namun demikian, terdapat penyesuaian penting yang perlu diperhatikan oleh seluruh kelompok. “Penutupan akan dilaksanakan secara bertahap dan berurutan, disesuaikan dengan tingkat kesiapan masing-masing kelompok KKN,” ujarnya.
Di Desa Duren Seribu, panitia menyempatkan diri meninjau langsung sejumlah program unggulan yang dijalankan Kelompok Panglawungan. Salah satu program yang mendapat perhatian khusus adalah rumah budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan sampah organik berbasis pemberdayaan masyarakat. Panitia mengamati secara langsung proses budidaya, sekaligus praktik pemanfaatan maggot sebagai pakan lele yang dinilai memiliki nilai ekologis dan ekonomis.
Tak hanya itu, rombongan panitia juga mengunjungi Kelompok Wanita Tani (KWT) Pusaka Siliwangi. Dalam kunjungan tersebut, panitia menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif kaum perempuan dalam mendukung keberhasilan program KKN. Peran perempuan dinilai strategis dalam menjaga keberlanjutan program lingkungan dan ketahanan pangan di tingkat desa.
Di akhir rangkaian kunjungan, panitia KKN berharap berbagai praktik baik yang telah dikembangkan mahasiswa, khususnya terkait pengelolaan sampah melalui budidaya maggot, dapat direplikasi di lingkungan sekitar kampus STAI Sadra. Persoalan sampah, menurut panitia, masih menjadi tantangan besar di banyak wilayah sehingga membutuhkan pendekatan edukatif dan aplikatif yang berkelanjutan.
Panitia juga memberikan apresiasi khusus kepada Kelompok Panglawungan atas partisipasi aktif dan produktivitasnya selama pelaksanaan KKN di Desa Duren Seribu. Tingginya keterlibatan kelompok tersebut dinilai mencerminkan keberhasilan KKN yang tidak semata berorientasi pada penyelesaian program kerja, tetapi juga pada dampak sosial dan lingkungan yang nyata bagi masyarakat.

