Profil Ilmu Al-Qur'an & Tafsir STAI Sadra
Struktur Kepengurusan Prodi Ilmu Al-Qur'an & Tafsir STAI Sadra
Ketua Prodi
Dr. Cipta Bakti Gama, M.Ud
Sekretaris Prodi
Dr. Muhammad Shodiq, MA
Sejarah Prodi
Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir STAI Sadra didirikan sebagai respons terhadap kebutuhan akademik di Indonesia untuk menghadirkan sarjana Muslim yang memiliki pemahaman mendalam, rasional, dan filosofis terhadap Al-Qur’an dan Tafsir.
Sejak berdirinya, prodi ini berfokus pada pengembangan tafsir filosofis dan tafsir sufistik sebagai dua tradisi intelektual yang berpengaruh dalam perkembangan pemikiran Islam. Pendekatan ini bertujuan membangun generasi intelektual yang mampu membaca teks suci secara holistik—menggabungkan akal, hati, tradisi keilmuan Islam, dan konteks sosial modern.
Dengan arah tersebut, STAI Sadra berkomitmen mencetak lulusan yang siap berkontribusi bagi pembangunan peradaban Islam di Indonesia.
Visi, Misi, dan Tujuan Prodi
Visi
Menjadi pusat pendidikan, penelitian dan pengembangan di Indonesia dalam bidang kajian Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir secara komprehensif (aqli dan naqli) dalam upaya memajukan bangsa dan umat manusia, yang dipersiapkan menjadi Program Studi Sarjana Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang unggul pada 2028.
Misi
- Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir serta ilmu-ilmu keislaman yang berkualitas, komprehensif, rasional, analitis dan metodologis dengan visi global yang penuh kebebasan berpikir dan bermoral islami.
- Mengembangkan penelitian dan pengkajian Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang komprehensif, yang secara konsisten berpegang pada teks suci (Al-Qur’an dan Sunah), khazanah intelektual Islam serta berkomitmen pada rasionalitas, moralitas, integritas dan kemanusiaan.
- Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai upaya pencerahan dalam bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dalam bentuk penerbitan, kursus kilat, lokakarya, seminar, konferensi dan forum ilmiah lainnya—dalam upaya mengembangkan tradisi ilmiah Islam yang terbuka dan kritis, serta memahami semangat zamannya sesuai tuntutan perkembangan ilmu dan teknologi.
- Menjalin dan meningkatkan kerja sama yang sinergis dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dengan berbagai lembaga pendidikan, pusat riset dan lembaga pengembangan masyarakat di tingkat nasional, regional dan internasional.
Tujuan
- Menghasilkan lulusan yang beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, memiliki kedalaman penguasaan Ilmu Al-Quran dan Tafsir serta ilmu- ilmu keislaman, mampu merespon perkembangan global secara kritis dan analitis berdasarkan khazanah intelektual Islam, serta mampu memberikan kontribusi pemikiran terhadap berbagai permasalahan kemanusiaan, baik di tingkat nasional, regional maupun internasional.
- Menghasilkan konsep dan teori dalam ranah Ilmu Al-Quran dan Tafsir yang komprehensif dan sejalan dengan Al-Quran, Sunah, rasionalitas, moralitas, integritas dan kemanusiaan.
- Memberikan kontribusi dalam pencerahan masyarakat di bidang Ilmu Al-Quran dan Tafsir agar mampu bersikap ilmiah, terbuka, kritis serta sejalan dengan nilai-nilai keislaman dan perkembangan teknologi.
- Meningkatkan mutu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di bidang kajian Ilmu Al-Quran dan Tafsir melalui jaringan yang luas dengan berbagai lembaga pendidikan, pusat riset dan lembaga pengembangan masyarakat lainnya di tingkat nasional, regional dan internasional
Keunikan Program Studi
Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT) di STAI Sadra Jakarta menawarkan warna yang berbeda dalam konstelasi akademik kajian keislaman di Indonesia. Di saat banyak perguruan tinggi Islam cenderung menerapkan pendekatan yang bersifat parsial—seperti berfokus hanya pada aspek analisis teks (filologis), latar belakang sejarah (asbabun nuzul), atau aspek hukum (fikih)—STAI Sadra tampil dengan paradigma Tafsir Jami’ (Tafsir Komprehensif). Paradigma ini bukan sekadar metode, melainkan sebuah sintesis agung yang mengintegrasikan tiga pilar utama epistemologi Islam: teks atau wahyu (Bayani), rasionalitas filsafat (Burhani), dan penyingkapan spiritual (Irfani).
Salah satu letak keunikan yang paling menonjol adalah integrasi mendalam antara tafsir dengan filsafat Islam, khususnya aliran Hikmah Muta’aliyah karya Mulla Sadra. Mahasiswa tidak hanya dilatih membaca ayat secara tekstual, tetapi juga membedah makna ontologis dan kosmologis di baliknya. Hal ini didukung oleh kurikulum Ilmu Mantiq (Logika Formal) yang sangat ketat dan mendalam. Berbeda dengan kampus lain yang mungkin hanya menempatkan mantiq sebagai mata kuliah minor, di STAI Sadra, mantiq menjadi basis metodologi berpikir yang membuat argumentasi tafsir mahasiswa menjadi sistematis, presisi, dan kuat secara logis.
Selain ketajaman rasio, STAI Sadra memberikan ruang yang luas bagi dimensi Irfani atau kedalaman spiritual. Kajian batin dan esoterik terhadap wahyu dilakukan dengan merujuk pada tokoh-tokoh sufi besar seperti Ibn Arabi, sehingga kajian tafsir terasa lebih hidup dan menyentuh kedalaman eksistensi manusia. Pendekatan ini diseimbangkan dengan sikap akademis yang inklusif, di mana STAI Sadra menjadi “laboratorium hidup” bagi kajian lintas mazhab. Mahasiswa dibiasakan untuk mendialogkan tradisi pemikiran berbagai mazhab tanpa sentimen sektarian, yang pada akhirnya melahirkan mufasir yang moderat, bijaksana, dan jauh dari sikap mudah mengkafirkan perbedaan (takfiri).
Keunikan terakhir terletak pada kemampuan kontekstualisasi pesan Al-Quran terhadap tantangan zaman. IAT STAI Sadra secara aktif mendialogkan teks-teks klasik dengan diskursus kontemporer, seperti filsafat Barat modern, sains, hermeneutika, hingga krisis global. Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan bukan sekadar pembaca kitab klasik, melainkan seorang “Mufasir Komprehensif” yang mampu mendeduksi nilai-nilai Al-Quran secara utuh—baik dari segi teks, konteks, akal, maupun ruh—demi kemajuan peradaban kemanusiaan.
Kurikulum
Kurikulum Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) STAI Sadra Jakarta dirancang secara adaptif dan sistematis dengan mengintegrasikan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) serta kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Penyusunan kurikulum ini selaras dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Level 6 dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi, serta dikembangkan melalui kolaborasi aktif bersama asosiasi profesi (AIAT), para pemangku kepentingan (stakeholders), dan evaluasi berkala berbasis penjaminan mutu internal. Melalui peta jalan pembelajaran selama 8 semester dengan gelar akademik Sarjana Agama (S.Ag), kurikulum ini berorientasi penuh pada pembentukan lulusan yang tidak hanya unggul dalam penguasaan khazanah teks klasik, tetapi juga memiliki kecakapan analitis-kontekstual untuk menjawab tantangan masyarakat global.
Keunggulan utama yang menjadi pembeda (distinction) kurikulum Prodi IAT STAI Sadra adalah penerapan paradigma Tafsir Jami’ (Tafsir Komprehensif). Berbeda dengan pendekatan studi Al-Qur’an yang cenderung parsial, kurikulum ini memadukan tiga pilar epistemologi Islam secara harmonis: ketajaman analisis tekstual-kebahasaan (Bayani), ketegasan rasionalitas filsafat (Burhani), serta kedalaman intuisi spiritual (Irfani). Mahasiswa dibekali dengan fondasi Ilmu Mantiq (logika formal) yang ketat dan filsafat Islam—khususnya Hikmah Muta’aliyah—serta kajian tasawuf falsafi. Pendekatan integratif ini juga dijalankan dalam iklim akademik yang inklusif dan lintas mazhab, serta didialogkan secara aktif dengan diskursus kontemporer seperti hermeneutika, semiotika, sains modern, dan studi Living Qur’an.
Untuk mewujudkan visi tersebut, struktur keilmuan (Body of Knowledge) Prodi IAT STAI Sadra dibangun di atas lima rumpun kajian utama, yaitu: (1) Ulumul Qur’an dan Tafsir, (2) Bahasa Arab dan Ilmu Alat (termasuk penguasaan Bahasa Inggris akademik dan Bahasa Parsi), (3) Metodologi dan Filsafat Tafsir, (4) Studi Islam dan Sejarah, serta (5) Kontekstualisasi dan Living Qur’an. Seluruh bahan kajian ini ditransformasikan melalui proses pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (Student-Centered Learning) dengan metode studi kasus (Case-Based Method), pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning), bedah literatur turats, hingga praktikum tahfiz, tahsin, dan riset lapangan. Selain itu, program studi memfasilitasi hak belajar mahasiswa di lintas program studi maupun di luar kampus melalui program magang, pengabdian masyarakat, dan KKN.
Melalui rancang bangun kurikulum yang komprehensif ini, Prodi IAT STAI Sadra berkomitmen melahirkan “Mufasir Jami’” yang menguasai empat dimensi utama: teks, konteks, akal, dan spiritual. Lulusan dipersiapkan secara matang untuk berkiprah di berbagai sektor strategis, antara lain sebagai Mufasir Pemula, Akademisi Bidang Al-Qur’an dan Tafsir, Asisten Peneliti Al-Qur’an dan Sosial Keagamaan, Mubalig/Ustadz/Dai yang moderat, Penulis dan Konten Kreator Digital Bidang Al-Qur’an, serta Manajer dan Pendidik Lembaga Pendidikan Al-Qur’an/Tahfiz. Bekal keilmuan yang kokoh disertai penguatan soft skills, literasi teknologi informasi, dan kewirausahaan memastikan setiap lulusan mampu berkontribusi secara inovatif dan mencerahkan di kancah nasional maupun internasional.
Informasi lebih rinci mengenai struktur mata kuliah, sebaran SKS per semester, pemetaan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), serta pedoman akademik lainnya dapat diakses dan diunduh melalui tautan dokumen resmi di bawah ini.
Kalender Akademik Prodi IAT