Sadranews– Haru dan bangga terasa di Kelurahan Duren Seribu saat penutupan KKN Panglawungan STAI Sadra berlangsung Kamis (05/02) pukul 10.00 WIB. Acara ini menandai berakhirnya pengabdian mahasiswa dalam program KKN MM-Mandiri 2025–2026 yang dimulai sejak 29 Januari.
Berdasarkan jadwal koordinasi yang telah ditetapkan, Kelompok KKN Duren Seribu menempati urutan kegiatan kedua dalam rangkaian prosesi penarikan mahasiswa kembali ke kampus.
Dalam sambutannya, Dr. Hasyim Adnan, M.A., mewakili institusi STAI Sadra, menyampaikan apresiasi mendalam kepada perangkat kelurahan. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan masyarakat dalam proses pembelajaran langsung di lapangan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kelurahan Duren Seribu yang telah membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus mengabdi kepada masyarakat,” ujar Dr. Hasyim dengan penuh takzim.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Lurah Duren Seribu, Ahmad Sabani, S.AP. Ia mengaku bangga atas kontribusi mahasiswa KKN yang dinilai aktif membantu berbagai kegiatan kelurahan. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa terlihat nyata dalam sejumlah agenda penting, seperti launching program Ember Biru, kunjungan DPRD Kota Depok, kunjungan Wali Kota Depok, hingga kunjungan delegasi Pakistan ke wilayah Duren Seribu.
Sementara itu, Ketua Kelompok KKN Duren Seribu, Renaldi Muslimin, memaparkan berbagai program kerja yang berhasil direalisasikan selama masa pengabdian. Program-program tersebut mencakup cek kesehatan akbar, pemasangan kaca cembung untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas, edukasi pencegahan bullying, prakarya sekolah lansia, TPQ Fun Day, Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gemantik), hingga kegiatan Bincang Subuh bersama warga.
Acara mencapai puncaknya saat penayangan after movie KKN Panglawungan. Cuplikan video yang merangkum suka duka dan dedikasi selama di lapangan tersebut sukses menghadirkan suasana emosional. Isak haru tak terbendung dari sejumlah panitia dan mahasiswa yang menyaksikan kembali perjalanan pengabdian mereka.
Meski masa KKN telah berakhir, hubungan emosional yang terjalin selama 40 hari diharapkan tetap menjadi jembatan silaturahmi antara mahasiswa STAI Sadra dan masyarakat Duren Seribu ke depannya.
