Rapat PMB STAI Sadra Perkuat Inovasi dan Kemandirian di Tengah Persaingan Kampus

Sadranews—Di tengah lanskap pendidikan tinggi yang kian kompetitif, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sadra memetakan langkah strategis dalam menyiapkan kebijakan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun akademik 2026/2027. Melalui rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Rapat Lt. 2 Kampus, Selasa (7/4) siang, institusi ini menegaskan komitmennya untuk melakukan transformasi kebijakan yang menyeimbangkan antara misi sosial pendidikan dan kemandirian institusional.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua STAI Sadra, Dr. Otong Sulaeman, M.Hum., berlangsung dinamis. Berbagai gagasan mengemuka, mulai dari evaluasi program beasiswa hingga strategi menghadapi tantangan ke depan.

Di forum tersebut, Dr. Otong menyoroti berbagai tantangan sekaligus peluang yang dihadapi kampus dan mengevaluasi efektivitas program beasiswa yang selama ini menjadi ciri khas kampus. Dalam arahannya, ia menggarisbawahi pentingnya optimasi sumber daya sebagai fondasi pembangunan kualitas pendidikan yang berkelanjutan.

“Kami sedang merancang kebijakan yang lebih presisi. Tujuannya adalah meningkatkan efektivitas pembangunan kualitas tanpa sedikit pun mengurangi aksesibilitas pendidikan bagi mahasiswa berprestasi,” ungkap Dr. Otong.

Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk memastikan bahwa setiap investasi pendidikan yang diberikan melalui beasiswa mampu memicu motivasi belajar yang lebih tinggi serta tepat sasaran.

Berkenaan dengan transformasi digital, koordinator PMB, Dr. Zaenal Abidin, M.Ud., bersama Dr. Muhammad Alwi, MM., menekankan pentingnya responsivitas terhadap tren media sosial. Pemanfaatan platform berbasis video seperti TikTok dan Instagram, didukung dengan strategi iklan digital terukur, kini menjadi ujung tombak untuk memperluas visibilitas kampus di kancah nasional.

Pendekatan digital bukan satu-satunya andalan. Dede Jeri Adrian, M.Pd., menilai bahwa kepercayaan publik tetap berakar pada hubungan interpersonal. Strategi terjun langsung ke masyarakat dan penguatan relasi dengan tokoh-tokoh lokal tetap dipertahankan sebagai upaya membangun legitimasi institusi di tingkat akar rumput.

Di antara komitmen menjaga tradisi pendidikan berbasis beasiswa dan tuntutan kemandirian institusi, STAI Sadra menggunakan jalur adaptasi—memadukan nilai akademik dengan strategi digital dan tata kelola modern.

Di penghujung rapat, seluruh sivitas akademika diajak untuk berperan aktif dalam menyukseskan PMB 2026/2027. Keberhasilan penerimaan mahasiswa baru, tidak hanya bergantung pada panitia, tetapi juga pada keterlibatan dosen dan mahasiswa sebagai duta kampus melalui penyebaran informasi secara luas di media sosial.

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top