Safari Akademik ke iNews, Mahasiswa STAI Sadra Mengamati Langsung Dinamika Media dan Dialog Publik

Sadranews- Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sadra mengikuti kegiatan Safari Akademik ke stasiun televisi iNews pada Selasa (12/5/2026) dengan menghadiri secara langsung program talkshow nasional Rakyat Bersuara yang disiarkan live pukul 19.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh delegasi mahasiswa dari berbagai program studi sebagai bagian dari upaya penguatan pengalaman akademik di luar ruang kelas.

Kehadiran mahasiswa STAI Sadra dalam program tersebut menjadi momen yang istimewa karena menandai partisipasi perdana mahasiswa STAI Sadra sebagai audiens dalam salah satu program talkshow televisi nasional yang memiliki perhatian publik luas. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menyaksikan secara langsung dinamika diskusi publik yang selama ini hanya mereka lihat melalui layar televisi atau media digital.

Pada episode tersebut, Rakyat Bersuara mengangkat tema “40 Ormas Lapor Polisi, Ade Cs Terancam Pidana?” yang membahas dinamika hukum, komunikasi publik, serta polemik sosial yang berkembang di tengah masyarakat. Tema tersebut menghadirkan diskusi mengenai batas antara kebebasan berekspresi, kritik publik, dan implikasi hukum terhadap pernyataan yang berkembang di ruang publik.

Program ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang profesi dan institusi, di antaranya Gurun Arisastra selaku Juru Bicara Aliansi Ormas Islam, Abdul Haji Talaohu selaku kuasa hukum Jusuf Kalla, Gilbert Lumoindong, Hendri Satrio selaku pakar komunikasi politik, Stein Siahaan, Ade Armando, dan Razman Nasution. Acara dipandu oleh Ayaa Nufus sebagai moderator yang mengarahkan jalannya diskusi secara dinamis.

Dalam kegiatan Safari Akademik ini, mahasiswa STAI Sadra tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga sebagai pengamat terhadap praktik komunikasi massa dan ruang dialog publik di media nasional. Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana para narasumber menyampaikan argumentasi, merespons perbedaan pandangan, serta membangun komunikasi di tengah isu yang sensitif dan menjadi perhatian masyarakat.

Selain mengikuti jalannya diskusi, mahasiswa juga memperoleh pengalaman kontekstual mengenai mekanisme produksi program televisi, pengaturan siaran langsung, peran moderator, hingga koordinasi teknis di balik layar. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting dalam memahami bagaimana media membentuk opini publik dan mengelola arus informasi di era digital.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperluas wawasan mahasiswa mengenai pentingnya literasi media, etika komunikasi publik, dan kemampuan berpikir kritis dalam menyikapi isu-isu sosial-politik kontemporer. STAI Sadra memandang kegiatan semacam ini sebagai bagian dari proses pembelajaran yang integratif, yakni menghubungkan kajian akademik dengan realitas sosial yang berkembang di masyarakat.

Melalui Safari Akademik ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman baru, tetapi juga mampu membawa pulang perspektif yang lebih luas tentang pentingnya dialog, keterbukaan berpikir, dan sikap kritis dalam kehidupan publik dan akademik.

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top