STAI Sadra Hadiri Rakor Tata Kelola LP2M PTKIS Jakarta-Banten, Dorong Riset yang Berdampak

Sadranews–Wakil Ketua Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) STAI Sadra, Basrir Hamdani, Ph.D., mewakili STAI Sadra dalam Rapat Koordinasi Pembinaan dan Tata Kelola Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) Jakarta-Banten. Kegiatan berlangsung pada 27-29 Oktober 2026 di Grand Orchadz Hotel Kemayoran, Jakarta.

Rapat koordinasi yang digelar secara tatap muka ini diikuti oleh 37 peserta, termasuk Basrir Hamdani, Ph.D., yang berbaur bersama para pengelola LP2M dari PTKIS di wilayah Kopertais I Jakarta-Banten. Mereka bertukar gagasan dan merumuskan langkah-langkah konkret dalam memperkuat tata kelola penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di kampus masing-masing.

Direktur DIKTIS, Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, M.A., yang membuka kegiatan secara resmi, menekankan pentingnya peningkatan kualitas PTKIS, terutama dalam bidang penelitian dan PkM. Komitmen tersebut, menurutnya, diwujudkan melalui berbagai program yang dikembangkan oleh Subdirektorat Litapdimas. Ia juga mendorong peningkatan kapasitas dan jenjang karier dosen, antara lain melalui penyusunan proposal penelitian yang berkualitas, penguatan kemampuan bahasa asing, serta partisipasi dalam program akademik internasional, seperti visiting professor dan short course penelitian maupun PkM di luar negeri.

Sementara itu, Koordinator Kopertais Wilayah I Jakarta–Banten, Prof. Dr. Sururin, menyoroti pentingnya peningkatan kualitas dan kuantitas luaran penelitian serta PkM sebagai salah satu upaya memperkuat akreditasi institusi dan program studi. Ia mendorong PTKIS yang belum mencapai predikat unggul agar segera menyusun langkah strategis untuk meningkatkan mutu akademik dan capaian kelembagaannya.

Dari sisi kebijakan, Kasubdit Litapdimas, Dr. Nur Khafid, S.Th.I., M.Sc., menjelaskan bahwa penelitian dan PkM perlu diarahkan pada luaran yang memberikan dampak nyata, baik bagi perkembangan ilmu pengetahuan maupun bagi kebutuhan sosial masyarakat. Karena itu, penelitian di bidang keilmuan keagamaan perlu dikembangkan secara interdisipliner dan kolaboratif, dengan menghubungkan kajian keagamaan dengan ilmu terapan serta perkembangan teknologi.

“Contoh potensi pengembangan penelitian Al-Qur’an melalui pemanfaatan teknologi, seperti aplikasi pintar yang dapat membantu masyarakat mempelajari, membaca, dan menghafal Al-Qur’an. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat hasil penelitian sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap persoalan nyata di masyarakat,” ujarnya.

Penguatan tata kelola LP2M turut menjadi perhatian dalam pemaparan Dr. Siti Ummi Masruroh, M.Sc., Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia menegaskan bahwa LP2M memiliki posisi strategis dalam mendorong peningkatan kualitas perguruan tinggi. Untuk itu, pengelolaan LP2M perlu didukung oleh peta jalan penelitian yang terarah, penetapan tema unggulan, sistem pendanaan yang terintegrasi, serta penyelarasan rencana penelitian mulai dari tingkat program studi hingga institusi.

“Setiap perguruan tinggi juga perlu memetakan kesiapan hasil penelitian untuk diterapkan secara konkret dengan tetap mempertimbangkan karakteristik masing-masing bidang keilmuan, termasuk ilmu sosial dan humaniora. Dengan tata kelola yang terintegrasi, agenda penelitian di setiap unit dapat berjalan selaras dengan prioritas pengembangan institusi,” ungkapnya.

Perspektif mengenai dampak penelitian dan PkM diperkuat oleh Khodijah Hulliyah, M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Jakarta, melalui materi bertajuk “From Academic Output to Societal Impact: Reorientasi Penelitian dan PkM dari Output Base Menuju Outcome Base Berdampak.”  

“Keberhasilan penelitian tidak cukup diukur dari jumlah publikasi, modul, aplikasi, atau kegiatan pelatihan. Hasil penelitian juga perlu mendorong perubahan pengetahuan, praktik, dan perilaku, hingga memberikan dampak lebih luas terhadap kualitas hidup, ketahanan sosial, dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Khodijah.

Di sela rangkaian acara, panitia, Litapdimas, dan Kopertais I menginisiasi pembentukan Forum LP2M PTKIS Jakarta-Banten untuk memperbaiki koordinasi antar-LP2M. Peserta memilih pengurus secara aklamasi. Dr. Sita Husnul Khotimah dari STAI Al-Hikmah menjadi ketua, dan Muhammad Ghifari, M.Pd. dari Institut Darul Qur’an (IDAQU) Jakarta menjadi sekretaris. Keduanya akan segera menyusun kepengurusan lengkap untuk diterbitkan dalam SK Kopertais I.

Bagi STAI Sadra, kehadiran Basrir Hamdani, Ph.D., menjadi kesempatan menyerap arahan kebijakan terbaru soal riset dan pengabdian sekaligus menjalin jejaring dengan sesama pengelola LP2M di Jakarta dan Banten. Melalui koordinasi dan pertukaran gagasan antarkampus, pengembangan riset di lingkungan PTKIS diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga menghadirkan kontribusi yang relevan dan terukur bagi masyarakat.

 

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top