Sadranews-_Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Program Sarjana Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sadra, memperoleh status Terakreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT Nomor 887/SK/BAN-PT/Ak/2.0/S1/X/2026, dengan masa berlaku 29 Oktober 2026 hingga 29 Oktober 2031.
Terbitnya keputusan ini menyusul pelaksanaan asesmen lapangan secara daring pada 19 Oktober 2026 oleh Prof. Dr. Yusuf Baihaqi, Lc., M.A., dan Prof. Dr. Muhammad Tasrif. Rangkaian asesmen meliputi pemeriksaan dokumen, pendalaman penyelenggaraan program studi, serta dialog dengan pimpinan, dosen, mahasiswa, alumni, dan pihak terkait.
Ketua STAI Sadra, Dr. Otong Sulaeman, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menempatkan hasil akreditasi ini sebagai tonggak penting dalam perjalanan institusi untuk mewujudkan visi dan misinya melalui penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.
“Alhamdulillah, terbitnya SK ini menunjukkan bahwa, di tengah parameter penilaian yang semakin ketat dan tuntutan mutu pendidikan tinggi yang semakin tinggi, Prodi IAT STAI Sadra berhasil memenuhi persyaratan akreditasi. Kami menerima capaian ini dengan rasa syukur dan kesadaran bahwa pengakuan tersebut membawa tanggung jawab untuk terus memperbaiki kualitas penyelenggaraan pendidikan,” ujarnya.
Menurut Otong, makna akreditasi perlu diwujudkan dalam kehidupan akademik sehari-hari: pembelajaran yang semakin baik, penelitian yang bermakna, pengabdian yang bermanfaat, serta tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Bagi kami, akreditasi merupakan tonggak penting dalam upaya mengimplementasikan visi dan misi institusi. Nilainya akan semakin nyata ketika mahasiswa memperoleh pendidikan yang lebih baik, dosen memiliki ruang yang semakin luas untuk berkarya, dan masyarakat merasakan manfaat kehadiran STAI Sadra,” tuturnya.
Sejalan dengan pokok sambutannya pada pembukaan asesmen, Otong menjelaskan bahwa STAI Sadra memiliki orientasi keilmuan yang mempertemukan kekuatan penalaran, kedalaman spiritualitas, dan petunjuk wahyu. Sejak didirikan pada 2012 dengan Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam serta Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, STAI Sadra mengembangkan hubungan yang saling memperkaya antara kajian filsafat dan studi Al-Qur’an.
“Tradisi keilmuan yang menjadi inspirasi STAI Sadra mengajarkan bahwa akal, kedalaman spiritual, dan wahyu dapat saling menguatkan dalam pencarian kebenaran. Dalam pengembangan Prodi IAT, orientasi ini kami arahkan untuk melahirkan kajian Al-Qur’an yang kokoh secara ilmiah, mendalam secara reflektif, serta peka terhadap persoalan kemanusiaan,” jelasnya.
Dalam proses asesmen, kualitas dosen menjadi salah satu aspek yang memperoleh apresiasi asesor, terutama terkait capaian penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat. Modal akademik tersebut menjadi landasan bagi pengembangan program studi selanjutnya.
Otong menegaskan bahwa capaian para dosen perlu terus ditopang oleh sistem kelembagaan yang baik agar manfaatnya semakin dirasakan mahasiswa dan masyarakat. Karena itu, sebagaimana disampaikannya dalam penutupan asesmen, seluruh masukan asesor menjadi bagian penting dari agenda pembenahan institusi.
“Kami berterima kasih atas apresiasi para asesor terhadap kualitas dosen Sadra. Pada saat yang sama, kami menerima catatan perbaikan dengan keterbukaan dan kesungguhan. Kekuatan akademik para dosen harus berjalan bersama tata kelola yang tertib, data yang akurat, kurikulum yang terarah, dan penjaminan mutu yang berkelanjutan,” katanya.
Tindak lanjut asesmen diarahkan antara lain pada penguatan keselarasan kurikulum dan capaian pembelajaran, ketertiban serta konsistensi data akademik, pengembangan penelitian dan pengabdian berdasarkan peta jalan, serta peningkatan layanan dan akuntabilitas institusi.
Ketua STAI Sadra juga menyampaikan penghargaan kepada pengelola program studi, tim penjaminan mutu, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan seluruh pihak yang mendukung proses akreditasi.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama. Terima kasih kepada seluruh keluarga besar STAI Sadra yang telah bekerja dengan tekun dan penuh tanggung jawab. Terbitnya SK ini menjadi penyemangat untuk melanjutkan pembenahan, menjaga kepercayaan masyarakat, dan mempersiapkan langkah menuju mutu yang lebih tinggi. Tanggung jawab kami berikutnya adalah memastikan bahwa komitmen tersebut hadir dalam kerja yang nyata dan berkesinambungan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kaprodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir STAI Sadra, Dr. Cipta Bakti Gama, mengungkapkan rasa syukur atas capaian Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir STAI Sadra yang kini resmi memperoleh status Terakreditasi dari BAN-PT. Menurutnya, capaian ini adalah hasil kerja kolektif: yayasan, pimpinan sekolah tinggi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan para pengguna lulusan yang turut hadir dalam asesmen lapangan. Kami berterima kasih kepada tim asesor BAN-PT atas penilaian dan masukan yang konstruktif.
“Akreditasi bukan garis akhir, melainkan pengingat bahwa mutu harus dijaga setiap hari. Catatan asesor akan kami tindak lanjuti melalui siklus penjaminan mutu internal. Ke depan, kami ingin memperkuat kekhasan Prodi IAT STAI Sadra di bidang tafsir jami, yaitu kajian Al-Qur’an yang berdialog dengan berbagai dimensi ilmu dan persoalan manusia kontemporer,” tegasnya.
