Sadranews- Menutup masa pengabdian dengan kesan mendalam, mahasiswa KKN Tridaya STAI Sadra menggelar safari perpisahan ke empat Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) binaan di Desa Cibeuteung Muara pada Rabu (4/2). Agenda yang dimulai pukul 16.00 WIB hingga selepas Magrib ini bukan sekadar seremoni pamitan, melainkan misi terakhir untuk memperkuat sarana belajar santri di wilayah tersebut.
Setelah berminggu-minggu terjun langsung membantu proses belajar mengajar dan pendalaman dasar keislaman, para mahasiswa kembali mendatangi tiap titik pengabdian untuk berpamitan kepada pengajar dan santri. Kehadiran mereka selama ini diakui membawa energi positif dan memacu semangat belajar anak-anak di lingkungan TPQ.
Sebagai wujud kepedulian terhadap keberlanjutan pendidikan, mahasiswa menyerahkan bantuan berupa buku Iqro dan mushaf Al-Qur’an. Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara mahasiswa KKN dengan Dana Mustad’afin dan Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta Selatan.
Ada yang berbeda di TPQ Al Badar. Tidak hanya memberikan bantuan kitab suci, tim KKN Tridaya juga meresmikan sebuah Pojok Baca sederhana. Inisiatif ini digagas sebagai solusi kreatif agar para santri tetap produktif setelah sesi mengaji usai.
“Kami ingin menumbuhkan kebiasaan literasi sejak dini. Jadi, setelah mengaji, anak-anak punya ruang nyaman untuk membaca buku lainnya,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa.
Kunjungan yang penuh haru ini diakhiri dengan ucapan terima kasih dari para pengajar TPQ. Mereka mengapresiasi dedikasi mahasiswa yang tidak hanya mengajar secara teori, tetapi juga meninggalkan jejak fisik berupa sarana prasarana yang menunjang.
Meski masa KKN telah usai, bantuan yang diberikan diharapkan menjadi “amal jariyah” yang terus menyokong kegiatan belajar mengajar di empat TPQ tersebut, memastikan syiar Al-Qur’an dan semangat literasi tetap menyala meski para mahasiswa telah kembali ke bangku kuliah.

