Sadranews- Ketua STAI Sadra Jakarta, Dr. kholid Al Walid selaku narasumber acara bedah buku “Teori Pendidikan Islam: Tinjauan Qur’ani dan Filosofis” dalam presentasinya menyampaikan bahwa penulis menggunakan pendekatan al Quran dan filsafat Hikmah Muta`aliyah seperti prinsip tauhid, konsep manusia, hakikat pengetahuan dan pencapaian pengetahuan. Kemudian dua pendekatan ini dielaborasi sehingga melahirkan teori baru dalam pendidikan menggunakan dasar epistemologis. Hasil elaborasi ini menjadi landasan untuk mengkritisi dasar-dasar pemikiran yang berkembang dan digunakan dalam teori pendidikan saat ini yaitu reduksionisme, objektivisme, subjektivisme dan humanisme.
“ketika kita mendidik manusia adalah manusia sebagai kreasi Tuhan yang paling sempurna. Pendidikan tidak hanya mengajarkan kecerdasan dan keahlian, tetapi juga mengantarkan manusia kepada kesempurnaan dan dalam puncak kesempurnaannya disebut sebagai insan kamil,” ungkap Dr. Kholid di hadapan para dosen dan civitas akademik di Gedung IASTH, Aula Lt.5 Kampus UI Salemba Jakarta pada Rabu (6/12/2023).
Acara yang dibuka pukul 14.00 WIB tersebut digelar secara hybrid oleh Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI) berkolaborasi dengan Sadra International Institute (SII) dan STAI Sadra Jakarta.
Buku yang dibedah dalam acara ini adalah karya Dr. Jamileh Alamolhoda (Ibu Negara Republik Islam Iran) yang membahas tentang teori pendidikan yang menekankan pada penjelasan umum filsafat dan filsafat pendidikan tentang manusia, alam, pengetahuan, dan nilai. Selain itu, buku tersebut juga menjelaskan tentang esensi, tujuan, prinsip, dan metode pendidikan.
