slot gacor

Raih Akreditasi Perdana dari BAN-PT, Prodi Psikologi Islam STAI Sadra Targetkan Peringkat Lebih Tinggi di Masa Mendatang – STAI SADRA

Raih Akreditasi Perdana dari BAN-PT, Prodi Psikologi Islam STAI Sadra Targetkan Peringkat Lebih Tinggi di Masa Mendatang

Sadranews– Program Studi Psikologi Islam Program Sarjana Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sadra resmi mencatatkan tonggak penting dalam perjalanan akademiknya setelah memperoleh peringkat Akreditasi Baik dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Capaian ini menjadi pengakuan terhadap mutu penyelenggaraan pendidikan sekaligus menandai keberhasilan program studi yang relatif baru dalam membangun fondasi akademik yang berkualitas.

Penetapan akreditasi tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT Nomor 6995/SK/BAN-PT/Ak/S/VII/2026 tentang Peringkat Akreditasi Program Studi Psikologi Islam pada Program Sarjana STAI Sadra, Jakarta Selatan. Berdasarkan keputusan tersebut, Program Studi Psikologi Islam memperoleh nilai 201 dengan peringkat Baik, yang berlaku selama lima tahun, mulai 14 Juli 2026 hingga 14 Juli 2031.

Ketua STAI Sadra, Dr. Otong Sulaeman, M.Hum., menyampaikan rasa syukur atas keluarnya keputusan tersebut. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil dari kerja bersama seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan dan pengembangan Program Studi Psikologi Islam.

“Alhamdulillah, kami bersyukur kepada Allah Swt. atas keluarnya Surat Keputusan BAN-PT yang menetapkan Program Studi Psikologi Islam STAI Sadra memperoleh peringkat akreditasi Baik. Capaian ini sangat penting karena Program Studi Psikologi Islam merupakan program studi yang relatif baru dan masih berada dalam tahap awal pengembangan,” ujar Dr. Otong.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Hikmat Al-Mustafa, jajaran pimpinan STAI Sadra, Ketua Program Studi Psikologi Islam, Lembaga Penjaminan Mutu, para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, pengguna lulusan, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses akreditasi.

“Akreditasi ini bukan hasil kerja satu atau dua orang. Di dalamnya terdapat kerja kolektif, kesungguhan, pengorbanan, serta komitmen banyak pihak. Karena itu, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah mendukung proses ini, mulai dari penyusunan dokumen, pengumpulan dan verifikasi data, persiapan asesmen lapangan, hingga pelaksanaan asesmen oleh tim asesor BAN-PT,” katanya.

Menurut Dr. Otong, keberhasilan memperoleh akreditasi juga menjadi pengakuan eksternal terhadap proses pendidikan yang dijalankan oleh Program Studi Psikologi Islam STAI Sadra. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa akreditasi bukanlah tujuan akhir.

“SK ini patut kita syukuri, tetapi tidak boleh membuat kita cepat merasa puas. Akreditasi harus dipahami sebagai titik pijak untuk melakukan perbaikan yang lebih terarah. Setelah memperoleh pengakuan ini, tanggung jawab kita justru semakin besar untuk meningkatkan mutu pembelajaran, kualitas dosen, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola program studi, serta pelayanan kepada mahasiswa,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Program Studi Psikologi Islam STAI Sadra mempunyai karakter akademik yang khas. Program studi tersebut tidak hanya mempelajari teori dan pendekatan psikologi modern, tetapi juga berusaha mengintegrasikannya dengan khazanah pemikiran Islam, filsafat Islam, kajian jiwa, etika, dan spiritualitas.

“Kekhasan Psikologi Islam STAI Sadra terletak pada upaya memahami manusia secara lebih utuh. Manusia tidak hanya dilihat sebagai makhluk biologis dan psikologis, tetapi juga sebagai makhluk rasional, moral, sosial, dan spiritual. Karena itu, kami ingin mengembangkan pendidikan psikologi yang tetap terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan modern, tetapi memiliki akar yang kuat dalam tradisi intelektual Islam,” ungkap Dr. Otong.

Dalam pengembangan berikutnya, STAI Sadra akan memperkuat kurikulum, kualitas pembelajaran, kompetensi dosen, kegiatan penelitian, laboratorium, layanan akademik, dan kemitraan dengan berbagai lembaga yang relevan. Evaluasi terhadap sejumlah catatan dan rekomendasi yang diperoleh selama proses akreditasi juga akan dijadikan bagian dari agenda peningkatan mutu.

“Kami akan mempelajari semua masukan yang diberikan oleh para asesor. Masukan tersebut sangat berharga karena membantu kami melihat bagian-bagian yang sudah baik sekaligus aspek-aspek yang masih perlu diperkuat. Target kami bukan sekadar mempertahankan peringkat yang sudah diperoleh, melainkan mempersiapkan Program Studi Psikologi Islam agar pada masa mendatang dapat meraih peringkat akreditasi yang lebih tinggi,” katanya.

Dr. Otong juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan capaian tersebut sebagai sumber semangat baru. Menurutnya, keberhasilan sebuah program studi tidak hanya ditentukan oleh dokumen dan kelengkapan administratif, tetapi terutama oleh budaya akademik yang hidup dalam kegiatan sehari-hari.

“Kualitas program studi pada akhirnya terlihat dari kualitas proses pembelajarannya, integritas para dosennya, kesungguhan mahasiswanya, produktivitas penelitiannya, dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Karena itu, setelah akreditasi ini, kita harus semakin serius membangun budaya akademik yang disiplin, kritis, terbuka, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Kepada mahasiswa dan calon mahasiswa, Dr. Otong menegaskan bahwa keluarnya SK akreditasi memberikan kepastian mengenai status resmi Program Studi Psikologi Islam STAI Sadra sekaligus memperkuat komitmen institusi dalam memberikan layanan pendidikan yang bermutu.

“Kepada seluruh mahasiswa Psikologi Islam, saya mengucapkan selamat. Capaian ini juga merupakan capaian kalian. Teruslah belajar dengan sungguh-sungguh dan tunjukkan bahwa mahasiswa Psikologi Islam STAI Sadra mampu menjadi pribadi yang cerdas, matang secara emosional, kuat secara spiritual, serta hadir memberikan solusi bagi berbagai persoalan manusia dan masyarakat,” pesannya.

Ia berharap Program Studi Psikologi Islam STAI Sadra dapat berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan dan penelitian Psikologi Islam yang diperhitungkan di Indonesia.

“Semoga pencapaian ini menjadi awal dari perjalanan yang lebih besar. Kami berharap Program Studi Psikologi Islam STAI Sadra dapat melahirkan sarjana yang menguasai ilmu psikologi, memiliki kedalaman pemikiran Islam, menjunjung tinggi etika profesi, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan mental, ketahanan keluarga, pendidikan, serta kehidupan sosial masyarakat,” pungkasnya.

Sebelum keputusan akreditasi diterbitkan, Program Studi Psikologi Islam STAI Sadra telah menjalani asesmen lapangan BAN-PT pada 3–5 Juli 2026. Asesmen dilakukan oleh Prof. Dr. Seger Handoyo dari Universitas Airlangga dan Prof. Dr. Erika Setyanti Kusumaputri dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Hasil asesmen tersebut kemudian dibahas dalam rapat pleno Dewan Eksekutif BAN-PT dan ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT pada tanggal 14 Juli 2026.

Senada dengan itu, Ketua Program Studi Psikologi Islam STAI Sadra, Dr. Muhammad Alwi, S.Psi., M.M., menyampaikan rasa syukur atas terbitnya sertifikat akreditasi perdana bagi program studi yang masih berada pada tahap awal pengembangan tersebut. Menurutnya, capaian ini merupakan buah dari kerja keras, dedikasi, dan sinergi seluruh sivitas akademika dalam membangun standar mutu pendidikan psikologi yang berpadu dengan nilai-nilai keislaman.

“Hasil ini merupakan buah dari kerja keras, dedikasi, dan sinergi seluruh tim, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta seluruh unsur pendukung dalam meletakkan fondasi pendidikan Psikologi Islam yang bermutu. Semoga pencapaian ini menjadi keberkahan sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas demi melahirkan lulusan yang profesional dan berakhlak mulia,” ujarnya.

 

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top

slot online