Sadranews—Menjelang dimulainya perkuliahan Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026, STAI Sadra menggelar Rapat Dosen pada Kamis (19/2) pukul 09.30 WIB di Ruang Sidang Lantai 2. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian semester sebelumnya sekaligus merumuskan langkah konkret menghadapi tantangan akademik ke depan.
Rapat ini membahas evaluasi pelaksanaan Semester Ganjil TA 2025/2026. Sejumlah indikator utama menjadi sorotan, mulai dari tingkat kehadiran dosen, rata-rata Indeks Prestasi Semester (IPS) mahasiswa, hingga optimalisasi Learning Management System (LMS) dalam proses pembelajaran. Selain itu, produktivitas penelitian dosen turut menjadi perhatian sebagai bagian dari komitmen terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Memasuki agenda perencanaan Semester Genap, forum menyepakati sejumlah kebijakan strategis. Penyesuaian kalender akademik menjadi langkah awal untuk memastikan ritme pembelajaran berjalan efektif. Seluruh dosen juga diwajibkan memperbarui Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dengan mengacu pada standar Outcome-Based Education (OBE). Di sisi lain, penguatan digitalisasi pembelajaran serta program pengembangan kapasitas dosen menjadi fokus untuk meningkatkan kualitas layanan akademik.
Dalam sambutannya, Ketua STAI Sadra, Dr. Otong Sulaeman, M.Hum., menegaskan pentingnya kerja kolektif dalam membangun institusi. “STAI Sadra berdiri di atas kerja bersama, bukan individu. Kita memikul amanat ilmu, amanat mahasiswa, dan amanat masa depan institusi,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa semester baru merupakan momentum meneguhkan tradisi keilmuan yang menjadi kekhasan kampus, khususnya di bidang filsafat Islam, tafsir, dan kajian keislaman mendalam. Menurutnya, tantangan profesionalisme, akreditasi, dan reputasi institusi harus dijawab dengan soliditas tim dan budaya kerja yang kokoh.
“Mahasiswa yang akan kembali duduk di kelas bukan sekadar peserta kuliah. Mereka adalah generasi yang akan membawa nama STAI Sadra di masa depan. Kualitas interaksi kita, kedalaman materi, kedisiplinan, dan keteladanan akan menentukan arah perjalanan mereka,” tambahnya.
Sosialisasi SOP Pembelajaran disampaikan oleh Ammar Fauzi, Ph.D. Ia menjelaskan adanya sejumlah pembaruan kebijakan, termasuk penegasan hak dan kewajiban dosen tetap maupun tidak tetap, serta kewajiban pelaporan sesuai kontrak kerja. Dosen, tegasnya, merupakan garda terdepan dalam menjalankan Tri Dharma sekaligus membentuk calon pemimpin masa depan.
Sementara itu, arahan teknis mengenai metode pengajaran, ketentuan perkuliahan daring dan luring, serta penjadwalan disampaikan oleh Dede Jeri Adrian, M.Pd. Penekanan diberikan pada konsistensi pelaksanaan pembelajaran agar berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan.
Sementara Prof. Dr. Kholid Al Walid yang mewakili Yayasan Hikmat Al Mustafa mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi proses akreditasi yang kian ketat. Ia juga menekankan optimalisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) agar daya serap tidak menurun, serta dorongan agar penelitian dosen berorientasi internasional dan memenuhi target publikasi bereputasi.
Komitmen terhadap penguatan riset ditegaskan pula oleh Basrir Hamdani, Ph.D. Ia menyampaikan bahwa berbagai program peningkatan penelitian dan pengabdian telah dirancang, dan mengajak seluruh dosen meningkatkan kolaborasi demi tercapainya target institusi.
Egi Sukma Baihaki, M.Hum., bersama Muhammad Jawad Taqi Mishbah, S.Ag., menyampaikan sosialisasi pelaporan BKD dosen melalui aplikasi SISTER. Dalam kegiatan tersebut, keduanya tidak hanya menjelaskan mekanisme teknis pelaporan, tetapi juga memaparkan strategi komprehensif untuk mendorong peningkatan mutu institusi secara berkelanjutan. Dalam pemaparannya, mereka menegaskan pentingnya kesiapan menghadapi proses reakreditasi, baik di tingkat institusi maupun program studi. Kesiapan tersebut mencakup penguatan tata kelola, peningkatan kinerja dosen, serta optimalisasi luaran akademik.
“Alhamdulillah, Jurnal Kanz berhasil meraih peringkat SINTA 1 dan menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta di lingkungan Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten yang mencapai capaian tersebut. Ke depan, jurnal ini diharapkan dapat melangkah lebih jauh dengan menembus proses indeksasi Scopus,” ungkap Egi.
Dr. Hasyim Adnani, MA., menegaskan pentingnya peran aktif dosen dalam mengawal progres skripsi mahasiswa melalui bimbingan khusus yang terarah dan berkelanjutan. Ia berharap kerja sama yang solid dari seluruh dosen dapat memastikan mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu serta meminimalisir risiko keterlambatan masa studi. Mengakhiri pembicaraanya, ia menutup rangkaian rapat dengan pembacaan doa.
STAI Sadra meneguhkan tekad untuk memperkuat fondasi akademik, manajerial, dan spiritual demi menjaga marwah institusi serta melahirkan lulusan yang unggul dan berintegritas.

