Tingkatkan Literasi Digital, KKN Tridaya STAI Sadra Gelar Pelatihan Penulisan di SMP Islam Bina Insani

Sadranews– Di tengah derasnya arus konten video pendek yang instan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tridaya STAI Sadra membawa semangat literasi ke pelosok Kabupaten Bogor. Selama dua hari, Kamis dan Jumat (29–30 Januari 2026), ruang kelas SMP Islam Bina Insani, Cibeuteung Muara, seketika berubah menjadi ruang redaksi digital penuh kreativitas.

Sebanyak 11 mahasiswa KKN STAI Sadra menggelar pelatihan intensif yang fokus pada pengembangan literasi digital. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan upaya sistematis untuk mengubah siswa dari sekadar konsumen konten menjadi kreator ide yang produktif.

Dimulai pukul 08.00 WIB, para siswa kelas 7 hingga 9 didampingi secara personal untuk menjelajahi platform citizen journalism, Kompasiana. Langkah demi langkah diikuti dengan antusias, mulai dari proses pendaftaran akun hingga teknik merangkai kata agar layak konsumsi publik.

“Kami ingin mereka sadar bahwa gawai di tangan mereka bukan hanya untuk bermain, tapi bisa menjadi sarana menyuarakan opini dan pengalaman,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa KKN.

Para siswa mulai mempraktikkan penulisan kreatif secara langsung. Beragam bentuk tulisan pun lahir, mulai dari catatan harian (diary) yang emosional, bait-bait puisi yang puitis, hingga cerita pendek (cerpen) yang mencerminkan imajinasi khas remaja desa Cibeuteung Muara.

Pelatihan ini merupakan program inti dari rangkaian pengabdian mahasiswa STAI Sadra di Desa Cibeuteung Muara. Sebelumnya, sebelas mahasiswa ini telah menyebar ke berbagai titik pendidikan, mulai dari PAUD, MI, hingga SD untuk mengajar secara rutin setiap harinya.

Kehadiran mereka di SMP Islam Bina Insani, yang terletak di Jalan Raya Blok Masjid, menandai babak baru dalam pengenalan literasi modern kepada para siswa melalui kurikulum lokal

Lebih dari sekadar bisa menulis, misi besar dari kegiatan ini adalah menanamkan semangat berkarya sejak dini, sikap kritis dan tanggung jawab di ruang publik. Melalui Kompasiana, para siswa diajarkan bahwa setiap tulisan memiliki dampak dan harus bisa dipertanggungjawabkan.

Harapannya, setelah mahasiswa KKN kembali ke kampus, semangat menulis ini tidak padam. Siswa SMP Islam Bina Insani diharapkan terus menjadi kontributor aktif yang mampu berbagi cerita inspiratif dari desa mereka ke panggung nasional melalui dunia digital.

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top