Sadranews_Workshop Kurikulum hari kedua yang digelar pada Kamis (2/4) menyoroti percepatan revisi kurikulum di sejumlah program studi, sekaligus penguatan kesiapan menghadapi akreditasi. Kegiatan ini melibatkan pimpinan, ketua program studi, dosen serta tim kurikulum dari berbagai bidang studi.
Dalam sesi pemaparan, Tim prodi IAT (Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir) melaporkan progres signifikan dalam workshop kurikulum kali ini. Tim IAT juga mengusulkan penguatan sistem akademik melalui skema Workshop in Progress (WiP), yang mencakup pembimbingan mahasiswa sejak semester 7 dan semester 8, mahasiswa ditargetkan dapat menyelesaikan Bab 2 hingga Bab 5 tugas akhir agar tidak terganggu aktivitas kerja di masa mendatang.
Wakil Ketua I Bid. Akademik, Ammar Fauzi, Ph.D., menekankan bahwa progres IAT tergolong baik dan dapat menjadi bahan bagi program studi lain. Sementara itu, Ketua STAI Sadra menegaskan bahwa penyusunan kurikulum harus mengacu pada regulasi terbaru, yakni Permen Nomor 9 Tahun 2023. Ia juga menyoroti perlu adanya pendampingan antara kurikulum yang diadopsi dengan pelaporan kepada yayasan.
Ketua STAI Sadra, Dr. Otong Sulaeman, M.Hum., juga mendorong penyusunan timeline dua tahun ke depan, pelaksanaan workshop lanjutan terkait kurikulum dan silabus, serta evaluasi berkelanjutan terhadap seluruh mata kuliah agar relevan dengan perkembangan zaman. Ia menambahkan bahwa Rencana Pembelajaran Semester (RPS) harus sesuai dengan capaian setiap semester. Draft kurikulum Prodi IAT ditargetkan rampung pada 6 April 2026.
Kaprodi MAFI, Dr. Benny Susilo, Ph.D., menyampaikan bahwa pihaknya telah menyusun RPS dan merencanakan perubahan distribusi mata kuliah pada empat semester. Selain itu, profil lulusan juga akan disesuaikan menjadi akademisi, analis keagamaan, dan pendidik, dengan pendekatan berbasis Filsafat Islam klasik hingga kontemporer.
Sementara itu, Tim Prodi AFI (Aqidah dan Filsafat Islam) melaporkan telah melakukan pemetaan kurikulum berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), termasuk peninjauan visi, misi, serta capaian pembelajaran lulusan. Profil lulusan yang dirancang mencakup tenaga pendidik, aktivis moderasi beragama, penulis, hingga wirausaha dan konten kreator.
Adapun Prodi Psikologi Islam yang menjadi prodi paling bungsu di STAI Sadra mendapatkan sorotan khusus dari pimpinan. Ketua STAI Sadra menilai bahwa Prodi Psikologi Islam memiliki potensi besar sebagai bagian dari filsafat yang dapat menjadi pintu masuk penguatan nilai-nilai keagamaan. “Cara terbaik menjawab kritik adalah dengan menunjukkan bukti bahwa Psikologi Islam mampu menjadi referensi akademik,” tegasnya.
Dengan berbagai langkah strategis ini, institusi berharap penyempurnaan kurikulum tidak hanya memenuhi standar akreditasi, tetapi juga mampu menjawab dinamika perkembangan zaman.
