Sadranews-Kepala Pusat Riset Khazanah Keagamaan dan Peradaban (PR KKP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bapak Wuri Handoko beserta jajarannya mengunjungi STAI Sadra Jakarta.
Kunjungan BRIN tersebut disambut hangat oleh Prof. Dr. Hossein Mottaghi (Direktur Perwakilan Al Mustafa International University MUI di Indonesia), Dr. Abdelaziz Abbaci (Ketua Sadra International Institute), Syamsul Arif, Ph.D (Wakil Sadra International Institute), Abdullah Beik, MA (Ketua Hauzah Al Mustafa) dan Ammar Fauzi, Ph.D (Waka IV Riset STAI Sadra)
Dalam kunjungan tersebut pertemuan dan pembicaraan seputar usulan dan rencana kerjasama antara BRIN dengan STAI Sadra, Sadra International Institute (SII) dan Perwakilan Al Mustafa dilakukan pukul 10.00 WIB di Ruang Meeting Lt.4 STAI Sadra, Rabu (12/6/2024) pagi
Renacana kerjasama yang hendak dilakukan antara lain tentang pertukaran peneliti di mana peneliti BRIN dapat mengikuti Short Course dan studi di Iran untuk mengetahui pusat-pusat penelitian di Iran. Pihak Al Mustafa juga siap membantu BRIN untuk mengakses bahasa dan kebudayaan Persia dalam penelitiannya.
Selain itu, pertukaran kebudayaan melalui karya-karya kebudayaan dan keislaman juga bisa dikerjasamakan dengan penerjemahan karya-karya Persia ke dalam bahasa Indonesia dan juga penerjemahan karya-karya Indonesia ke dalam bahasa Persia. Pertukaran ini, tentu diperlukan pemilahan manuskrip-manuskrip Indonesia yang dimiliki oleh PRKKP BRIN. Sayangnya, banyak saat ini karya-karya Indonesia klasik yang mulai dilupakan.
Sementara penyelenggraan program Short Course bagi para dosen dan peneliti dan pelaksanaan konferensi internasional juga bisa dilakukan, sebagaimana International Conference on Thoughts on Human Science in Islam (IC-THUSI) atau konferensi internasional tentang ilmu-ilmu kemanusiaan dalam perspektif Islam yang sudah beberapa kali digelar oleh STAI Sadra.
Bapak Wuri Handoko, MA mengatakan di Pusat Riset Khazanah Keagamaan dan Peradaban kami ada empat kelompok riset; Kelompok Riset Khazanah Keagamaan, Kelompok Riset Agama dan Multikulturalisme, Agama dan Pusat Riset Kearifan Bangsa dan Pusat Riset Peradaban Masyarakat.
Ia menambahkan, secara umum lembaga riset kami mempelajari dan meniliti tentang warisan keagamaan di Indonesia, pertemuan sejarah masuknya agama dan persentuhan dengan budaya-budaya para penyebar agama dari sejak awal sejarah munculnya agama sampai warisan peninggalan saat ini. “Kami siap bekerjasama sejauh yang kami mampu terkait hal-hal yang bisa dikerjasamakan dan semoga kita sama-sama menjadi mitra kerjasama yang baik,” ungkapnya.
Ammar Fauzi, Ph.D menekankan bahwa Riset STAI Sadra dan lembaga-lembaga di bawah Yayasan Hikmat Al Mustafa siap membantu BRIN apabila dibutuhkan terkait penerjemahan, akses bahasa dan kebudayaan Persia dalam penelitiannya.
Prof. Mottaghi turut menyambut dan menyampaikan bahwa Al Mustafa International University Iran memiliki sekitar 60 cabang di luar negeri yang bergerak di bidang ilmu humaniora dan keislaman, termasuk di Indonesia. Perwakilan Al Mustafa ini memilik program pendidikan STAI Sadra, Al Mustafa Open University, Hauzah atau Pesantren Al Mustafa dan Sadra Internasional Institute (SII).
“Kami siap bekerjasama dalam program-program short course, penyelenggaraan konferensi internasional dan lainnya,” tegasnya.

