OPAK 2026 STAI Sadra Kenalkan Kehidupan Akademik dan Kemahasiswaan kepada Mahasiswa Baru

Sadranews—Melalui kegiatan Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) 2026, mahasiswa baru STAI Sadra mulai diperkenalkan dengan lingkungan kampus, sistem akademik, kehidupan kemahasiswaan, hingga tata kelola yang akan menjadi bagian dari keseharian mereka selama menempuh pendidikan.

OPAK 2026 yang digelar selama 3 hari oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAI Sadra dimulai Rabu, 26 Agustus 2026. Sejak pagi, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan bersama mentor masing-masing kelompok sebelum memasuki auditorium untuk mengikuti pembukaan.

Ketua Panitia OPAK 2026, M. Tohari, dalam laporan kegiatannya mengingatkan mahasiswa baru untuk memanfaatkan masa awal perkuliahan dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, kerja keras yang dilakukan sejak awal menjadi bagian penting dalam menentukan masa depan.

Ketua STAI Sadra, Dr. Otong Sulaeman, M.Hum., kemudian mengajak mahasiswa melihat masa perkuliahan sebagai fase baru dalam kehidupan. Memasuki perguruan tinggi, berarti memasuki tahap yang menuntut mahasiswa lebih mandiri dan mulai menentukan arah hidupnya sendiri.

Ia menekankan pentingnya ikhtiar sebagai bagian dari proses pembentukan diri. Kampus menyediakan jalan dan lingkungan untuk belajar, sementara mahasiswa sendiri yang menentukan bagaimana jalan tersebut dijalani.

“STAI Sadra berkomitmen mendampingi mahasiswa melalui pembelajaran, pembinaan, serta penanaman nilai-nilai kehidupan, baik di ruang kelas maupun di asrama. Pendidikan di kampus tidak hanya diarahkan pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pembentukan tanggung jawab dan kesiapan mahasiswa untuk berkontribusi di tengah masyarakat,” tegas Dr. Otong di hadapan puluhan mahasiswa/i baru.

Memasuki agenda utama, mahasiswa baru mendapatkan pengenalan mengenai visi dan misi STAI Sadra, Tri Dharma perguruan tinggi, serta Kesadraan. Materi tersebut menjadi pijakan awal untuk memahami arah pendidikan dan kehidupan akademik di lingkungan kampus.

Rangkaian OPAK kemudian bergerak lebih jauh ke persoalan teknis perkuliahan. Peserta diperkenalkan dengan Sistem Informasi Akademik dan Kemahasiswaan (SIAKD) yang disampaikan M. Jawad Taqi, S.Ag. Melalui sesi ini, mahasiswa mulai mengenal sistem yang akan digunakan untuk menunjang kebutuhan administrasi dan aktivitas akademik.

Pengenalan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan sejumlah program studi STAI Sadra. Salah satunya adalah Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang diperkenalkan oleh Dr. Cipta Bakti Gama, M.Ag., yang mengajak mahasiswa baru untuk memandang Al-Qur’an dari perspektif yang lebih luas. Menurutnya, mempelajari Al-Qur’an tidak hanya berhenti pada pemahaman terhadap teks, tetapi juga mencakup kemampuan membaca konteks serta menggali ruh dan makna yang terkandung di baliknya.

Pendekatan tersebut dikembangkan melalui perpaduan tiga pilar epistemologi, yakni tekstual, rasional, dan spiritual. Pilar tekstual diarahkan untuk memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an dan hadis. Pilar rasional bertujuan mengasah kemampuan bernalar melalui kajian filsafat dan ilmu pengetahuan. Sementara itu, pilar spiritual mengajak mahasiswa memahami dimensi batin melalui kajian tasawuf.

Ketiga pilar tersebut dipadukan sebagai fondasi pembelajaran agar mahasiswa tidak hanya mampu memahami Al-Qur’an secara tekstual, tetapi juga dapat mengkajinya secara kritis, mendalam, dan komprehensif sehingga Al-Qur’an dapat difahami secara lebih utuh.

Terkait psikologi Islam, Dr. Muhammad Alwi menjelaskan bahwa terdapat berbagai dimensi dalam diri manusia yang dapat dikaji melalui ilmu psikologi, mulai dari emosi, kognitif, kepribadian, hingga berbagai aspek lainnya. Ia juga menjelaskan bahwa psikologi Barat umumnya berfokus pada data empiris, sementara Psikologi Islam menggunakan perspektif yang lebih luas dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan utama dalam memahami manusia.

Selanjutnya, Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam diperkenalkan oleh Dr. Abdullah Abdul Kadir, MA. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya mempelajari filsafat sebagai upaya membangun kerangka berpikir mahasiswa yang lebih sistematis, komprehensif, dan analitis. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan berpikir kritis, tetapi juga semakin menguatkan kesadaran dan pemahaman terhadap keyakinan,

Tak hanya soal perkuliahan, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan dunia penelitian dan riset. Basrir Hamdani, Ph.D., memberikan pemaparan mengenai penelitian sebagai salah satu bagian penting dari kehidupan akademik perguruan tinggi.

Kemudian, perhatian peserta diarahkan pada kehidupan organisasi. BEM, Senat, dan sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) diperkenalkan sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat, pengalaman, dan kemampuan berorganisasi di luar kegiatan perkuliahan.

Dari kegiatan tersebut, mahasiswa baru tidak hanya mendapatkan gambaran tentang apa yang akan mereka pelajari di ruang kelas, tetapi juga mengenal sistem, budaya, serta ruang pengembangan diri yang tersedia selama menjadi bagian dari STAI Sadra.

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top