STAI Sadra Raih Akreditasi “Baik Sekali”, Tonggak Baru Kampus Islam Kompetitif

Sadranews—Kabar menggembirakan datang dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sadra. Lembaga pendidikan tinggi Islam ini resmi meraih peringkat akreditasi “Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT Nomor 114/SK/BAN-PT/Ak/PT/IV/2026.

Berdasarkan sertifikat yang diterbitkan, status akreditasi tersebut berlaku selama lima tahun, terhitung sejak 21 April 2026 hingga 21 April 2031. Capaian ini menjadi penanda penting dalam perjalanan STAI Sadra untuk memperkuat posisinya sebagai kampus Islam yang kompetitif di tingkat nasional.

Predikat “Baik Sekali” bukan diraih secara instan. Hasil tersebut merupakan akumulasi dari evaluasi komprehensif yang mencakup tata kelola institusi, kualitas sumber daya manusia, sistem kurikulum, hingga standar layanan akademik. Penilaian ini sekaligus mencerminkan konsistensi kampus dalam menjaga mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Di balik keberhasilan tersebut, terdapat kerja kolektif seluruh sivitas akademika—mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa—yang terus berupaya membangun budaya akademik yang kuat dan berintegritas. Sinergi ini menjadi kunci utama dalam menghadapi proses akreditasi yang ketat dan berstandar nasional.

Ketua STAI Sadra, Dr. Otong Sulaeman, M.Hum., dalam pernyataannya juga menekankan bahwa capaian ini harus dibaca sebagai hasil dari kesungguhan dalam menjaga marwah keilmuan Islam yang integratif—menggabungkan antara kedalaman spiritual, ketajaman intelektual, dan relevansi sosial. Menurutnya, STAI Sadra tidak hanya berupaya memenuhi standar administratif akreditasi, tetapi juga berkomitmen membangun tradisi akademik yang berakar pada khazanah keilmuan Islam sekaligus responsif terhadap dinamika global.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa ke depan STAI Sadra akan memperkuat pengembangan kurikulum berbasis outcome-based education (OBE), meningkatkan kualitas riset dosen dan mahasiswa, serta memperluas jejaring kerja sama baik di tingkat nasional maupun internasional. Langkah ini dipandang penting agar lulusan STAI Sadra tidak hanya memiliki keunggulan teoritis, tetapi juga mampu berkontribusi secara nyata dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan, sosial, dan kebijakan publik.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan tinggi, termasuk dinamika pendanaan dan perubahan kebijakan, capaian ini menjadi bukti bahwa STAI Sadra mampu beradaptasi dan tetap menjaga kualitas. Semangat kolaborasi, integritas, dan ketekunan menjadi nilai utama yang terus dijaga dalam setiap proses pengembangan institusi.

Sebagai penutup, Dr. Otong mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan capaian ini sebagai momentum refleksi sekaligus akselerasi. “Kita tidak boleh berhenti pada rasa syukur, tetapi harus melanjutkannya dengan kerja-kerja nyata yang lebih terukur, lebih sistematis, dan lebih berdampak. Akreditasi ‘Baik Sekali’ adalah pijakan awal untuk melangkah menuju kualitas yang lebih unggul di masa depan,” ujarnya.

 

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top