Sadranews— Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sadra menggelar Rapat Dosen Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 di ruang meeting lantai 2, Rabu (2/9/2026) pagi. Rapat tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus persiapan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada program sarjana dan pascasarjana.
Mengusung tema “Penguatan Peran Dosen dalam Mewujudkan Pembelajaran Berkualitas dan Berkelanjutan pada Program Sarjana dan Pascasarjana STAI Sadra”, kegiatan membahas sejumlah agenda akademik, mulai dari evaluasi proses pembelajaran, kebijakan akademik, hingga penguatan sistem informasi akademik.
Rapat yang dimulai pukul 09.00 WIB itu diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars STAI Sadra, dilanjutkan dengan pembacaan Kalam Ilahi.
Dalam sambutannya, Ketua STAI Sadra, Dr. Otong Sulaeman, M.Hum., mengungkapkan kabar yang cukup menggembirakan bagi civitas akademika. Menurutnya, dalam waktu dekat pihak kampus menargetkan turunnya izin penyelenggaraan tiga program studi baru, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Komunikasi dan Penyiaran Islam, serta Ekonomi Syariah.
“Mudah-mudahan di bulan ini akan keluar surat izin penyelenggaraan tiga program studi baru, PAI, Komunikasi Penyiaran Islam, dan Ekonomi Syariah, yang artinya Sadra akan berubah menjadi institut, bukan lagi sekolah tinggi,” ujar Dr. Otong.
Ia menambahkan, ke depan perubahan bentuk kelembagaan tersebut merupakan buah dari komitmen STAI Sadra untuk terus mengembangkan diri, tidak hanya mengajarkan ilmu-ilmu keagamaan, tetapi wacananya juga akan merambah ke ilmu-ilmu sains. Dr. Otong juga menyampaikan bahwa dari pengalamannya beraudiensi dengan berbagai lembaga, termasuk sejumlah pejabat di Kementerian Agama, banyak pihak yang menaruh ekspektasi tinggi terhadap STAI Sadra.
Selain itu, guna mendongkrak kualitas pendidikan, STAI Sadra juga telah merumuskan regulasi baru bagi mahasiswa jenjang sarjana setelah melalui proses evaluasi menyeluruh. Proses penerimaan mahasiswa baru pun kini diperketat dengan mempertimbangkan rekam jejak prestasi, baik akademik maupun non-akademik. Kebijakan ini diharapkan dapat memacu semangat mahasiswa untuk mempertahankan, bahkan terus meningkatkan, prestasi mereka selama masa studi.
Sementara itu, Wakil Ketua I Bidang Akademik, Ammar Fauzi, Ph.D., memaparkan bahwa evaluasi terhadap kinerja penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat rutin dilakukan setiap tahun, termasuk evaluasi yang berkaitan langsung dengan kinerja dosen.
Ia menegaskan pentingnya aspek kaderisasi sebagai ciri khas yang melekat pada STAI Sadra. Menurutnya, setiap pertemuan antara dosen dan mahasiswa semestinya tidak sekadar transfer ilmu, melainkan juga menjadi sarana membangun kedekatan emosional, sehingga lahir ikatan yang erat layaknya hubungan seorang santri dengan ustadznya.
“Dosen di STAI Sadra tidak hanya dituntut mengajar, meneliti, dan mengabdi, tetapi juga memimpin melalui kaderisasi yang memberikan keteladanan nyata bagi mahasiswa,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Ammar Fauzi turut membahas kebijakan akademik serta mengevaluasi pelaksanaan semester sebelumnya, mencakup tugas dan tanggung jawab dosen serta proses pembelajaran Semester Genap 2025/2026.
Rapat kerja dilanjutkan dengan penyampaian laporan dan evaluasi dari para Ketua Program Studi (Kaprodi), meliputi Prodi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) program Magister dan Sarjana, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), serta Psikologi Islam.
Sesi diskusi berlangsung interaktif. Para dosen menyampaikan berbagai masukan kritis terkait optimalisasi proses pembelajaran, tata kelola kemahasiswaan, pelaksanaan riset, hingga penyederhanaan administrasi demi menunjang akselerasi jabatan fungsional dan karier dosen.
Selanjutnya, Biro Akademik Sarjana dan Biro Akademik Pascasarjana menyampaikan sejumlah informasi teknis, mulai dari kalender akademik, jadwal perkuliahan, sistem presensi dan administrasi, hingga mekanisme evaluasi dan penilaian.
Pada sesi akhir, agenda dilanjutkan dengan sosialisasi sekaligus workshop SIAKAD STAI Sadra yang dipandu oleh M. Jawad Taqi Mishbah, S.Ag. Kemudian acara diakhiri dengan doa penutup yang dipimpin oleh Dr. Hasyim Adnani, MA dan berlangsung khidmat.
Melalui rapat dosen tersebut, STAI Sadra tidak hanya melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan akademik semester sebelumnya, tetapi juga mematangkan persiapan menghadapi Semester Ganjil 2026/2027. Penguatan peran dosen, peningkatan mutu pembelajaran, serta pembenahan administrasi dan sistem informasi akademik menjadi bagian penting dalam mendukung iklim akademik yang unggul dan pengembangan institusi ke depan.

